Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kunjungan ke Pesantren Buntet Cirebon, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat ekosistem pesantren. Pesantren layak mendapat perhatian yang lebih besar, baik dari sisi pendanaan maupun fasilitas.
"Kementerian Agama kini sudah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren. Ini adalah langkah strategis agar pengelolaan dan penguatan pesantren bisa dilakukan secara lebih fokus, sistematis, dan terukur," kata Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Kamis (13/11).
Menurut Menag, keberadaan Ditjen Pesantren menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai salah satu pilar utama pendidikan nasional. "Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, kemandirian, dan kebangsaan. Maka, sudah selayaknya pesantren mendapatkan perhatian yang lebih besar, baik dari sisi pendanaan, fasilitas, maupun kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama memberikan bantuan sebesar Rp150 juta kepada Pesantren Buntet Cirebon. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan pesantren.
Menag juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak di pesantren. "Kita ingin pesantren menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional. Karena itu, Kemenag mendorong pengembangan pesantren ramah anak agar proses pendidikan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa penguatan pesantren bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas pengasuh dan santri. "Pesantren hari ini harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Santri harus melek teknologi, paham lingkungan, dan siap bersaing secara global tanpa kehilangan akar spiritualnya. Itulah arah pembinaan yang sedang kami dorong," tuturnya.
Menag menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh dan keluarga besar Pesantren Buntet yang telah menjaga tradisi keilmuan dan keislaman dengan penuh dedikasi. "Pesantren seperti Buntet inilah yang menjadi benteng moral bangsa. Saya berharap sinergi antara Kemenag dan pesantren terus diperkuat agar cita-cita mencetak generasi berakhlak dan berilmu dapat terwujud," pungkasnya. (M-1)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) tengah memproses pendirian Direktorat Jenderal Pesantren. Menag Nasaruddin Umar menargetkan proses ini akan selesai tahun ini.
Kamaruddin juga memastikan bahwa proses pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren saat ini terus berjalan
Penentuan calon Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden. Kemenag hanya akan mengusulkan nama sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Prabowo, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren sebagai pilar penting pembangunan nasional.
PEMBENTUKAN Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam.
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
Pesantren dipandang sebagai laboratorium sosial yang efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk menyiapkan fasilitas rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang inklusif dan ramah difabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved