Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sikap Menag soal Kasus Pendakwah Cium Anak-Anak Perempuan

Ficky Ramadhan
12/11/2025 17:14
Sikap Menag soal Kasus Pendakwah Cium Anak-Anak Perempuan
Pengasuh Majelis T’alim Ibadallah Kediri, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki atau Gus Ilham meminta maaf atas tindakannya mencium anak-anak perempuan.(MGN/ Abdur Rahman)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak menoleransi segala bentuk kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual. Hal ini ditegaskan Menag merespons video yang viral tentang tindakan Pengasuh Majelis T’alim Ibadallah Kediri, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki atau Gus Ilham yang mencium anak-anak perempuan di beberapa momen dakwah.

 

"Kami tidak menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan. Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," kata Menag, Rabu (12/11).

 

Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik. "Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal," ujar Menag.

 

Menag juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama sudah memperkuat regulasi dan mekanisme peembinaan di satuan pendidikan keagamaan, yang akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren dan mengeliminasi pernyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

 

"Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mengeliminasi penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren," tuturnya.

 

Gus Ilham Minta Maaf

Video Gus Ilham mencium sejumlah anak perempuan di beberapa acara dakwah, viral belakangan ini. Rabu (12/11), Gus Ilham mengaku khilaf.

 

“Secara pribadi, memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” katanya.

 

“Saya berkomitmen untuk untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini pelajaran berharga, agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,” lanjutnya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik