Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

AS Tetapkan Batas Baru Kandungan Timbal pada Makanan Bayi dan Balita

Thalatie K Yani
12/11/2025 10:05
AS Tetapkan Batas Baru Kandungan Timbal pada Makanan Bayi dan Balita
Ilustrasi(freepik)

PEMERINTAH Amerika Serikat menetapkan batas baru kandungan timbal (lead) dalam makanan bayi dan balita guna mengurangi paparan logam berat yang berisiko bagi perkembangan otak dan sistem saraf anak. Langkah ini diumumkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebagai bagian dari upaya menekan risiko tanpa membatasi akses pada makanan bergizi.

Dalam kebijakan terbaru tersebut, batas maksimum kandungan timbal ditetapkan sebesar 10 bagian per miliar (ppb) untuk produk buah, sayur, hidangan campuran, yogurt, puding, serta daging olahan bayi. Sementara untuk sayuran umbi dan sereal kering bayi, batasnya mencapai 20 ppb.

Kebijakan ini berlaku nasional untuk produk olahan yang dijual dalam bentuk toples, kantong, wadah, atau kemasan kotak, khususnya untuk anak di bawah usia dua tahun. Namun, batas ini tidak mencakup susu formula, minuman, atau camilan berbasis biji-bijian seperti biskuit bayi dan puffs.

Risiko Timbal bagi Anak

FDA menegaskan tidak ada tingkat paparan timbal yang benar-benar aman bagi anak-anak. Paparan sekecil apa pun dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, masalah belajar, keterlambatan bicara, hingga gangguan pendengaran.

“Tidur adalah sistem perbaikan alami tubuh, termasuk untuk otak dan hormon. Tanpa tidur yang berkualitas, energi dan fungsi tubuh menurun,” tulis laporan lembaga tersebut, menyoroti pentingnya mengurangi paparan dari makanan sehari-hari.

Melalui kebijakan ini, FDA memperkirakan paparan timbal dari makanan bayi dapat ditekan sekitar 20%-30%. Meski bukan aturan hukum formal, pedoman ini menjadi acuan industri pangan serta alat pengawasan bagi regulator saat melakukan inspeksi atau penyelidikan.

Kritik terhadap Kebijakan

Beberapa pihak menilai langkah FDA ini positif namun masih kurang tegas. “Tindakan FDA hari ini merupakan kemajuan penting yang akan membantu melindungi anak-anak. Namun, lembaga ini bertindak terlalu lama dan mengabaikan masukan publik yang dapat memperkuat standar,” kata Thomas Galligan, ilmuwan di Center for Science in the Public Interest.

Sementara itu, Brian Ronholm dari Consumer Reports menilai batas tersebut “hampir tidak berarti”. Pasalnya lebih mempertimbangkan kemampuan industri ketimbang perlindungan maksimal bagi kesehatan publik.

Belajar dari Kasus Saus Apel Beracun

Kebijakan baru ini muncul setelah penyelidikan nasional terkait kasus saus apel rasa kayu manis yang terkontaminasi timbal dan menyebabkan lebih dari 560 anak mengalami paparan berlebihan. Sumber masalah dilacak dari bubuk kayu manis yang tercemar timbal kromat, pigmen kuning yang kerap ditambahkan secara ilegal untuk memperkuat warna rempah.

Panduan bagi Orangtua dan Produsen

FDA mengimbau orangtua untuk tetap memberikan variasi makanan, buah, sayur, biji-bijian, dan protein, agar anak tidak terpapar dari satu sumber tertentu. Produk yang aman dan tidak masuk daftar penarikan tidak perlu dibuang.

Sementara itu, produsen diharuskan memperkuat sistem uji bahan baku dan memastikan rantai pasok aman, termasuk untuk bahan impor seperti rempah dan hasil pertanian.

Kebijakan ini akan terus diperbarui seiring pengumpulan data baru, dengan kemungkinan mencakup kategori tambahan seperti jus dan camilan bayi di masa mendatang. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya