Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan (SAR) melalui berbagai kegiatan pembinaan potensi. Kegiatan ini mencakup pemberdayaan masyarakat, pelatihan teknis, hingga uji kompetensi di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pembinaan potensi SAR merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam dan kecelakaan di seluruh daerah.
"Kami ingin kemampuan SAR tidak hanya dimiliki oleh aparat, tetapi juga masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami dorong lahirnya relawan tangguh di seluruh wilayah Indonesia," kata Syafii dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (11/11).
Hingga November 2025, kegiatan pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan di Medan, Jakarta, Pontianak, Semarang, Kendari, Lampung, Makassar, Palembang, Pekanbaru, Banten, Maumere, Palangkaraya, Cilacap, Mataram, Banda Aceh, dan Padang. Program ini diikuti oleh 201 kelompok masyarakat dengan total 8.085 peserta.
Selain itu, Basarnas juga menjadi pemateri tetap dalam pendidikan Taruna Akademi Kepolisian, sebagai bagian dari sinergi lintas lembaga dalam memperkuat kemampuan penanggulangan bencana dan kecelakaan.
Sementara itu, program "SAR Goes to School" telah menjangkau 33 sekolah dengan 7.463 siswa peserta, sebagai upaya edukasi dini mengenai kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.
Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan profesionalisme personel dan potensi SAR daerah, Basarnas juga telah melaksanakan uji kompetensi di Malang, Palu, Ambon, Lampung, Kupang, Semarang, Wonosobo, Mentawai, Makassar, dan Tarakan.
Selain itu, pelatihan potensi SAR diberikan kepada 399 peserta di delapan kantor SAR, yakni di Lampung, Palu, Ambon, Nias, Ternate, Kupang, Mentawai, dan Mataram.
Tidak hanya untuk relawan, Basarnas juga menggelar pelatihan peningkatan kompetensi tim Inasar dan pegawai internal sebanyak 179 orang. Jenis pelatihan yang diberikan meliputi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), SAR Plan dan Collapse Structure Search and Rescue, Pre-Hospital Trauma Life Support (PHTLS), Psychological First Aid (PFA), Nuklir Biologi Kimia Radioaktif (NBKR), Component Management System, dan Microsoft Office.
"Kesiapan sumber daya manusia menjadi tulang punggung setiap operasi SAR. Karena itu, kami tidak hanya melatih masyarakat, tetapi juga terus meningkatkan kemampuan teknis dan mental anggota kami sendiri," tegas Syafii.
Sementara itu, Basarnas juga mencatat kinerja tinggi dalam operasi lapangan. Hingga November 2025, sebanyak 2.292 operasi SAR telah dilakukan, terdiri dari, 3 operasi kecelakaan pesawat udara, 753 operasi kecelakaan kapal, 129 operasi bencana alam, 1.339 operasi kondisi membahayakan manusia, dan 68 operasi penanganan khusus.
Dari seluruh operasi tersebut, 7.772 orang berhasil diselamatkan, sementara 1.682 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 476 orang masih dalam status hilang. (H-3)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
Bahlil menyampaikan bahwa pelayanan sektor energi di wilayah terdampak bencana terus diperbaiki, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Korban dibawa menuju Puskesmas Rendang dengan menggunakan ambulance Puskesmas Rendang
Total delapan santriwati terseret arus Sungai Lusi saat hendak mencari kerang setelah mengunjungi rumah ustaz di bantaran sungai.
Kondisi medan menantang karena para korban tertimbun material longsor pada kedalaman 3 meter hingga 8 meter.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana berwarna oranye terang.
Korban terseret arus dan hilang saat memindahkan jukung pada malam hari, Jumat (12/9).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved