Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Basarnas Latih 8 Ribu Warga untuk Tingkatkan Potensi SAR Nasional

Ficky Ramadhan
11/11/2025 16:36
Basarnas Latih 8 Ribu Warga untuk Tingkatkan Potensi SAR Nasional
Kepala Basarnas Mohammad Syafii.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan (SAR) melalui berbagai kegiatan pembinaan potensi. Kegiatan ini mencakup pemberdayaan masyarakat, pelatihan teknis, hingga uji kompetensi di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pembinaan potensi SAR merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam dan kecelakaan di seluruh daerah.

"Kami ingin kemampuan SAR tidak hanya dimiliki oleh aparat, tetapi juga masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami dorong lahirnya relawan tangguh di seluruh wilayah Indonesia," kata Syafii dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (11/11).

Hingga November 2025, kegiatan pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan di Medan, Jakarta, Pontianak, Semarang, Kendari, Lampung, Makassar, Palembang, Pekanbaru, Banten, Maumere, Palangkaraya, Cilacap, Mataram, Banda Aceh, dan Padang. Program ini diikuti oleh 201 kelompok masyarakat dengan total 8.085 peserta.

Selain itu, Basarnas juga menjadi pemateri tetap dalam pendidikan Taruna Akademi Kepolisian, sebagai bagian dari sinergi lintas lembaga dalam memperkuat kemampuan penanggulangan bencana dan kecelakaan.

Sementara itu, program "SAR Goes to School" telah menjangkau 33 sekolah dengan 7.463 siswa peserta, sebagai upaya edukasi dini mengenai kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan profesionalisme personel dan potensi SAR daerah, Basarnas juga telah melaksanakan uji kompetensi di Malang, Palu, Ambon, Lampung, Kupang, Semarang, Wonosobo, Mentawai, Makassar, dan Tarakan.

Selain itu, pelatihan potensi SAR diberikan kepada 399 peserta di delapan kantor SAR, yakni di Lampung, Palu, Ambon, Nias, Ternate, Kupang, Mentawai, dan Mataram.

Tidak hanya untuk relawan, Basarnas juga menggelar pelatihan peningkatan kompetensi tim Inasar dan pegawai internal sebanyak 179 orang. Jenis pelatihan yang diberikan meliputi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), SAR Plan dan Collapse Structure Search and Rescue, Pre-Hospital Trauma Life Support (PHTLS), Psychological First Aid (PFA), Nuklir Biologi Kimia Radioaktif (NBKR), Component Management System, dan Microsoft Office.

"Kesiapan sumber daya manusia menjadi tulang punggung setiap operasi SAR. Karena itu, kami tidak hanya melatih masyarakat, tetapi juga terus meningkatkan kemampuan teknis dan mental anggota kami sendiri," tegas Syafii.

Sementara itu, Basarnas juga mencatat kinerja tinggi dalam operasi lapangan. Hingga November 2025, sebanyak 2.292 operasi SAR telah dilakukan, terdiri dari, 3 operasi kecelakaan pesawat udara, 753 operasi kecelakaan kapal, 129 operasi bencana alam, 1.339 operasi kondisi membahayakan manusia, dan 68 operasi penanganan khusus.

Dari seluruh operasi tersebut, 7.772 orang berhasil diselamatkan, sementara 1.682 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 476 orang masih dalam status hilang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya