Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Peneliti Australia Temukan Lebah Bertanduk Kecil Megachile Lucifer

Thalatie K Yani
11/11/2025 12:44
Peneliti Australia Temukan Lebah Bertanduk Kecil Megachile Lucifer
Ilmuwan Australia menemukan spesies lebah baru Megachile Lucifer di Western Australia. Lebah betina bertanduk kecil ini jadi simbol pentingnya konservasi lebah asli dan tanaman langka.(Dr Kit Prendergast)

PARA ilmuwan Australia baru-baru ini menemukan spesies lebah asli baru dengan tanduk kecil yang unik dan memberi nama yang “menggoda”, Megachile Lucifer. Penemuan ini terjadi saat para peneliti mengamati bunga liar langka yang hanya tumbuh di Bremer Ranges, wilayah Goldfields, 470 km timur Perth, Western Australia.

Yang membuat lebah ini menarik adalah tanduk kecil yang menonjol hanya dimiliki oleh lebah betina. Tanduk tersebut kemungkinan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan, membantu pengumpulan pollen atau nektar, atau mengumpulkan bahan untuk sarang seperti resin.

"Betina ini memiliki tanduk kecil yang luar biasa di wajahnya," kata Dr Kit Prendergast dari Curtin University, peneliti utama studi ini.

Nama Lucifer terinspirasi dari acara Netflix dengan judul yang sama yang sedang ditonton Dr Prendergast saat menulis deskripsi spesies baru. Ia juga penggemar karakter Lucifer dalam acara tersebut.

"Saat menulis deskripsi spesies baru, saya menonton serial Netflix Lucifer, dan nama itu terasa sempurna. Saya juga penggemar berat karakter Lucifer, jadi ini pilihan yang mudah," ujarnya.

Selain itu, nama Lucifer, yang dalam bahasa Latin berarti ‘pembawa cahaya’, juga dimaksudkan untuk menyoroti pentingnya konservasi lebah asli dan meningkatkan pemahaman tentang bagaimana tanaman langka yang terancam punah dapat terpolinasi.

Penemuan ini dipublikasikan dalam Journal of Hymenoptera Research, dan para peneliti menyerukan agar wilayah sekitar tempat lebah baru ini ditemukan ditetapkan sebagai lahan konservasi resmi yang tidak boleh dibuka untuk kegiatan lain.

"Karena spesies baru ini ditemukan di area yang sama dengan bunga liar langka, keduanya berisiko terkena gangguan habitat dan ancaman lain seperti perubahan iklim," tambah Dr. Prendergast. Ia menekankan banyak perusahaan pertambangan tidak memasukkan lebah asli saat menilai dampak lingkungan operasi mereka.

Dr Prendergast juga menegaskan banyak spesies yang belum dideskripsikan, mungkin berperan penting dalam mendukung tanaman dan ekosistem yang terancam punah.

"Tanpa mengetahui lebah asli mana yang ada dan tanaman apa yang mereka butuhkan, kita berisiko kehilangan keduanya sebelum menyadarinya," pungkasnya.

Penemuan Megachile Lucifer bukan hanya menambah daftar keanekaragaman hayati Australia, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya konservasi lebah asli dan habitatnya, terutama di daerah yang kaya akan flora langka. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya