Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan remaja, Sani Budiantini Hermawan menilai dugaan keterlibatan siswa dalam peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta tidak bisa semata-mata dilihat sebagai tindakan pelaku tunggal.
Sani menekankan bahwa anak tersebut justru bisa menjadi korban dari sistem pendidikan yang belum mampu memberikan ruang aman bagi peserta didik.
“Kalau kita berbicara mengenai anak, mari kita berhati-hati. Terduga pelaku yang masih berstatus siswa juga merupakan korban dari sistem. Kita tidak bisa langsung menyalahkan anak, karena mungkin saja sistem di sekitarnya belum terwujud dengan baik,” ujar Sani saat dikonfirmasi, Minggu (9/11).
Menurut Sani, kondisi emosional anak di sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama interaksi dengan teman sebaya dan perhatian dari guru.
Ia menjelaskan, lemahnya sistem pemantauan di sekolah kerap membuat anak rentan menjadi korban perundungan atau mengalami tekanan sosial yang tidak tertangani.
“Ketika anak menjadi korban bully, ia bisa menyimpan emosi yang sangat dalam. Kalau tidak ada tempat aman untuk berdialog dan menyalurkan perasaannya, emosi itu bisa meledak dalam bentuk perilaku agresif,” jelasnya.
Sani menegaskan pentingnya sekolah membangun sistem dukungan psikologis yang nyata bagi siswa, termasuk ruang konsultasi dan pendampingan yang terbuka.
“Saya bilang, sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak untuk berdialog tentang apa yang dirasakannya. Jangan sampai anak mencari pelampiasan lewat cara yang salah, apalagi melalui konten atau tindakan agresif,” tutur Sani.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa perilaku agresif pada anak bisa muncul karena pengaruh lingkungan digital yang salah. Anak yang merasa tidak memiliki dukungan emosional bisa meniru perilaku ekstrem yang dilihatnya di internet.
“Bisa jadi anak ini memiliki role model yang keliru, misalnya tokoh-tokoh yang pernah melakukan tindakan kekerasan atau penyerangan. Ketika emosi tidak tersalurkan, anak bisa meniru hal itu sebagai bentuk ekspresi yang salah,” ucapnya.
Selain itu. Sani menambahkan bahwa kondisi kejiwaan anak dipengaruhi dua hal utama yaitu karakter bawaan dan lingkungan sosialnya.
“Anak yang cenderung introvert biasanya lebih sulit terbuka dibandingkan anak ekstrovert. Ditambah lagi kalau sistem di rumah tidak kondusif misalnya orang tua sibuk dan kurang berdialog, maka tekanan itu semakin berat,” ujarnya.
Di samping itu, Sani menilai tindakan ekstrim seperti ledakan bisa memiliki banyak makna dari sisi psikologis.
“Bisa saja itu bentuk pesan, bahwa anak tersebut tidak suka dengan perundungan yang ia alami. Bisa juga sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem sekolah, atau sekadar pelampiasan emosi akibat frustrasi,” kata Sani.
Ia menegaskan bahwa kasus seperti ini menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat sistem perlindungan dan kesejahteraan psikologis siswa.
“Anak membutuhkan sistem yang bisa melindungi dirinya, bukan sekadar mengatur perilakunya. Sekolah dan keluarga harus berperan aktif agar anak merasa aman, diterima, dan punya tempat untuk bercerita,” pungkasnya. (Z-10)
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji kemungkinan adanya pembatasan terhadap permainan daring (game online), menyusul insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan sebanyak 72 orang korban bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut hingga Sabtu (20/12) masih belum ditemukan.
Pelaku mendatangi rumah korban dan menawarkan program investasi bank bernama Get Reward.
PRESIDEN Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat pada Senin (1/12).
Pihak kampus mendukung penuh proses penyelidikan dan memastikan keamanan lingkungan akademik tetap menjadi prioritas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved