Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Jantung adalah organ vital yang berperan penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, gaya hidup modern sering kali membuat kita tidak sadar bahwa beberapa kebiasaan yang kita anggap biasa sebenarnya dapat merusak kesehatan jantung. Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, sehingga penting untuk mengetahui apa saja yang bisa membahayakan organ penting ini.
Dilansir dari laman CardiaCare, merokok tidak hanya merusak paru-paru tetapi juga berbahaya bagi jantung. Kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit, meningkatkan tekanan darah, dan memaksa jantung bekerja lebih keras. Menurut studi, perokok memiliki risiko 2-4 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan non-perokok.
Gaya hidup yang minim gerak, atau sering disebut sedentary lifestyle, menjadi salah satu penyebab utama penurunan kesehatan jantung. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh sulit mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan.
Diet tinggi lemak jenuh, gula, dan garam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Makanan cepat saji, minuman bersoda, dan camilan manis mengandung kalori berlebih yang dapat memicu obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Stres yang tidak terkelola dapat memicu tekanan darah tinggi dan menyebabkan inflamasi pada pembuluh darah, yang memperbesar risiko serangan jantung. Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol yang berdampak negatif pada sistem kardiovaskular.
Meski beberapa penelitian menunjukkan konsumsi alkohol dalam jumlah moderat bisa baik untuk jantung, kebiasaan minum berlebihan justru merusak. Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gagal jantung, dan merusak otot jantung.
Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk kesehatan jantung. Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas, hipertensi, dan diabetes, yang semuanya adalah faktor risiko penyakit jantung.
Banyak orang menganggap remeh pemeriksaan kesehatan rutin, padahal ini adalah cara efektif untuk mendeteksi masalah jantung sejak dini. Skrining jantung dapat mengidentifikasi faktor risiko seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Penyakit jantung dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan buruk dan menerapkan gaya hidup sehat. Dengan berhenti merokok, aktif bergerak, mengonsumsi makanan sehat, serta mengelola stres dan tidur, Anda sudah mengambil langkah besar dalam menjaga kesehatan jantung. (E-3)
ANAK-anak hingga remaja ternyata juga bisa diajarkan mencegah terjadinya penyakit jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved