Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Hingga Oktober 2025, sebanyak 1.534.553 keluarga risiko stunting telah mendapat manfaat dari para orangtua asuh (OTA).
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Sukaryo Teguh Santoso menegaskan bahwa stunting bukan hanya isu kesehatan. "Stunting itu juga dampak dari fenomena kemiskinan. Saat ini ada 4,4 juta wanita di Indonesia yang tergolong stunting, dengan prevalensi 19,8%," kata Sukaryo, kemarin.
Sukaryo menjelaskan, target pemerintah adalah menurunkan prevalensi stunting dari 19,8% menjadi kurang dari 14,2% pada 2029. "Tentu ini perlu kolaborasi kita bersama. Kemendukbangga sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72/2021 kini mendorong gerakan gotong royong melalui program GENTING," ujarnya.
Program GENTING yang dicanangkan sejak 5 Desember 2024 menargetkan mengawal satu juta keluarga risiko stunting agar anak yang lahir dari keluarga tersebut bebas stunting. Dari total 8,6 juta keluarga berisiko, 1,4 juta di antaranya termasuk kategori miskin ekstrem.
Program ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari BUMN, korporasi, perguruan tinggi, komunitas, ormas, hingga individu peduli.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Bidang Optimalisasi Aset dan Peningkatan PNBP, Noorrachmad Priyang Mangku Agung Prabowo menekankan bahwa kolaborasi adalah kata kunci untuk mengatasi tantangan gizi dan kemiskinan ekstrem.
Sebagaimana arahan Presiden Prabowo kepada Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, agar memastikan perhatian penuh terhadap kesehatan ibu hamil. "Kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab bahwa negara hadir sesuai perintah Bapak Presiden kepada Pak Menteri kami untuk mengurus ibu hamil. Kenapa ibu hamil? Karena ibu hamil inilah cikal bakal dari lahirnya anak, dan ibu hamil ini harus dipersiapkan," kata Noorrachmad.
Dalam forum kolaborasi tersebut, Kemendukbangga mengundang sekitar 100 lembaga dan perusahaan, baik BUMN maupun swasta, untuk membangun kemitraan dalam mendukung keluarga berisiko stunting. (H-1)
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan prevalensi stunting di posisi 21,6%. Lalu, turun pada 2023 menjadi 21,5% (Survei Kesehatan Indonesia-SKI).
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved