Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib adalah mandi yang dilakukan oleh seorang Muslim untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, menstruasi, nifas, atau melahirkan.
Tujuan mandi wajib adalah agar seseorang kembali dalam keadaan suci, sehingga boleh melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, atau membaca Al-Qur’an.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li raf‘il hadatsil akbari minal janābati lillāhi ta‘ālā
Artinya
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah karena Allah Ta’ala.”
Mandi wajib diperintahkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam firman Allah SWT "Dan jika kamu junub maka mandilah." (QS. Al-Ma’idah: 6)
Mandi wajib setelah jimak adalah ibadah penyucian diri dari hadas besar. Dilakukan dengan niat yang benar, mengikuti tata cara sesuai sunnah, dan memastikan seluruh tubuh terkena air secara merata. (Z-4)
Mandi wajib merupakan mandi untuk menyucikan diri dari hadas besar sesuai ajaran Islam agar dapat kembali beribadah dengan sah.
Mandi wajib dilakukan dengan niat dan membasuh seluruh tubuh dengan air hingga merata, tanpa ada bagian yang terlewat.
Niat mandi wajib cukup dibacakan dalam hati saja, air saat mandi pun harus merata ke seluruh tubuh serta tidak harus urut, yang penting niat dan air merata.
Mandi wajib merupakan bentuk bersuci yang diwajibkan dalam Islam sebagai syarat sah ibadah tertentu. Tanpa mandi wajib, ibadah seperti sholat tidak sah.
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved