Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib atau ghusl adalah mandi yang diwajibkan dalam Islam untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti haid, nifas, hubungan suami istri, atau menyentuh mayat.
Bagi wanita, setelah haid selesai, mandi wajib diperlukan agar suci dan sah melakukan ibadah seperti sholat dan membaca Al-Qur’an.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li-raf’il hadatsil akbari minal haidi fardhan lillahi ta’ala.
Artinya
“Saya niat mandi wajib karena hendak mengangkat hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Bersihkan kemaluan dari sisa darah haid dan kotoran dengan air bersih.
Lakukan wudhu seperti wudhu sholat biasa, cuci tangan, mulut, hidung, muka, tangan, kepala, kaki.
Tuangkan air ke seluruh tubuh, dimulai kepala, wajah, leher, badan bagian kanan, badan bagian kiri, hingga tulang belakang.
Pastikan air mengenai kulit kepala dan seluruh rambut, terutama bila panjang, rambut diurai agar air meresap ke kulit kepala.
Pastikan air menyentuh setiap bagian tubuh, termasuk sela-sela jari tangan dan kaki.
Disunahkan memulai dari kepala kanan kiri dan seluruh tubuh agar sah sesuai sunnah.
Beberapa ulama menyarankan mengusap seluruh tubuh agar yakin tidak ada yang kering.
Mandi wajib setelah haid adalah mandi yang disertai niat untuk mengangkat hadas besar, dimulai dari bersuci, berwudhu, dan membasahi seluruh tubuh secara tertib agar sah melakukan ibadah seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. (Z-4)
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Mandi wajib setelah haid dilakukan oleh wanita untuk mensucikan diri dari hadas besar akibat haid agar kembali suci dan bisa beribadah.
Panduan lengkap doa mandi wajib setelah haid beserta niat dan urutannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah salat dan puasa kembali sah.
Setelah masa haid selesai, setiap perempuan Muslim wajib melakukan mandi wajib atau mandi junub untuk kembali suci dan bisa melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Mandi ini merupakan ibadah yang wajib dilakukan agar seseorang bisa kembali menjalankan ibadah seperti salat, puasa, menyentuh Al-Qur'an, dan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved