Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Stres bukan hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya. Tekanan dari sekolah, konflik keluarga, perubahan lingkungan, atau ekspektasi berlebihan dapat membuat anak merasa cemas dan tertekan.
Jika tidak ditangani, stres pada anak bisa berdampak pada kesehatan fisik, emosi, dan prestasi belajar.
Sebelum mencari cara mencegah stres pada anak, penting untuk mengenali tandanya. Beberapa ciri umum meliputi:
Jika tanda-tanda tersebut muncul, orang tua sebaiknya segera mengambil langkah pencegahan.
Anak perlu merasa aman di rumah dan sekolah. Hindari memarahi atau membandingkan anak dengan orang lain. Tunjukkan kasih sayang dan apresiasi atas usaha, bukan hanya hasilnya.
Biasakan anak untuk bercerita tentang kesehariannya. Orang tua sebaiknya menjadi pendengar yang baik dan tidak langsung menghakimi. Dengan komunikasi yang hangat, anak lebih mudah terbuka saat menghadapi masalah.
Hindari jadwal yang terlalu padat. Beri waktu bagi anak untuk bermain, beristirahat, dan berinteraksi sosial. Aktivitas fisik seperti bersepeda, berenang, atau bermain di luar rumah terbukti efektif menurunkan stres.
Ajarkan anak mengenali perasaannya, seperti sedih, marah, atau takut, serta cara mengungkapkannya secara sehat. Misalnya, melalui menggambar, menulis, atau berbicara dengan orang tua.
Tidur cukup (9-11 jam untuk anak usia sekolah), makan bergizi, dan batasi penggunaan gawai sebelum tidur. Gaya hidup sehat membantu tubuh anak lebih tahan terhadap stres.
Anak meniru perilaku orang tua. Tunjukkan bahwa kamu juga bisa mengelola stres dengan baik, misalnya dengan relaksasi, olahraga, atau bersyukur. Sikap tenang orang tua membantu anak merasa aman secara emosional.
Jika anak sudah menunjukkan gejala stres, lakukan pendekatan dengan kasih sayang. Dengarkan ceritanya tanpa menyela, berikan pelukan, dan bantu mencari solusi bersama. Bila stres berlangsung lama, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak agar mendapatkan bantuan profesional.
Mencegah stres pada anak bukan hal yang sulit asalkan dilakukan dengan konsisten. Dengan komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan lingkungan yang positif, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bahagia, dan sehat.
Ingat, orang tua yang bahagia akan menumbuhkan anak yang bahagia juga. (Z-10)
Sumber:
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Ilmuwan mengungkap rumus usia panjang bukan dari cara instan, melainkan kebiasaan konsisten seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan usus.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
MEMASUKI musim hujan, kondisi udara yang lebih dingin dan tingkat kelembapan yang meningkat membawa risiko baru bagi kesehatan masyarakat.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5%.`
Jika sejak muda menjaga pola hidup sehat, metabolisme dan jaringan dalam tubuh masih akan terjaga baik sampai usia tua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved