Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan pengawasan langsung ke SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, terkait kasus dugaan kekerasan oleh Kepala Sekolah kepada siswa yang diduga merokok di lingkungan sekolah.
Dalam pengawasan tersebut dilakukan wawancara pendalaman secara tertutup kepada guru, siswa, dan orangtua korban, serta rakor dengan Pemerintah Daerah, dan pihak terkait untuk mencari pola yang baik dalam penanganan kasus ini.
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono, mengatakan bahwa pihaknya berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
“Sehingga kesadaran itu akan menjadi dasar sinergi pelaksanaan pendidikan antara anak, orangtua, dan pihak sekolah, yang saling mendukung dan menghormati untuk keberhasilan pendidikan anak,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Jumat (17/10).
Hal ini sesuai amanat dalam Undang-undang Perlindungan Anak, serta Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa selain anak punya hak, juga memiliki kewajiban. Keseimbangan itu perlu untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kewajiban anak adalah menghormati orangtua, wali dan guru, serta mentaati dan menjalankan norma dan aturan yang berlaku. Maka peraturan larangan merokok di lingkungan satuan pendidikan harus ditaati oleh peserta didik.
Pada sisi lain anak punya hak untuk mendapatkan perlindungan di lingkungan satuan pendidikan dari segala bentuk kekerasan dan perlakuan salah lainnya. Maka sudah seharusnya penanganan pelanggaran peserta didik atas tata tertib dilakukan dengan tetap menjunjung prinsip hak anak; hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, serta partisipasi.
“Berangkat dari Kasus tersebut, KPAI minta Pemerintah Daerah Banten untuk memperkuat kesadaran menyeimbangkan hak dan kewajiban bagi peserta didik, serta sinergi orang tua dan sekolah atas dasar kepentingan terbaik bagi anak. KPAI berharap peserta didik yang melanggar tata tertib dibina dengan pendekatan disiplin positif, sedangkan tenaga pendidik yang melakukan kekerasan ditangani dengan penegakan etika profesi dan disiplin ASN, dengan harapan ke depan tidak terulang kasus yang sama,” ujarnya.
KPAI juga merekomendasikan kepada Pemda Banten dan Lebak untuk memberikan layanan psikososial kepada Guru dan Peserta Didik di SMAN 1 Cimarga, dalam bentuk trauma healing atau lainnya, guna pemulihan atas trauma yang dialami akibat peristiwa tersebut. Kepada pihak sekolah, guru dan peserta agar fokus pada pemulihan, fokus belajar, menjaga iklim keamanan dan kenyaman lingkungan satuan pendidikan. (H-3)
KPAI berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
Gubernur Banten diminta agar tidak terburu-buru menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, yang diduga melakukan kekerasan kepada siswa yang merokok.
Seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
KPAI mendorong penerapan tiga pilar utama dalam pemulihan trauma anak di wilayah terdampak bencana. Pilar pertama adalah trauma healing berbasis resiliensi ekologis (eco-healing).
KONTEN bertajuk 'Sewa Pacar 1 Jam' buatan konten kreator berinisial SL, warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berbuntut panjang.
Kasus pengeroyokan terhadap Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, oleh sejumlah siswa yang berujung laporan ke Polda Jambi mendapat perhatian dari KPAI.
Program ini dinilai strategis, namun membutuhkan penguatan tata kelola dan keamanan pangan.
KPAI juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved