Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Disaster Risk and Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) Fatma Lestari mengatakan pentingnya sistem pengawasan dan standar operasional prosedur yang ketat untuk mencegah terjadinya keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Fatma menilai program MBG memiliki niat yang baik. Akan tetapi, ia menilai perlu dipastikan kembali keamanan dan kebersihan makanan yang diberikan kepada para siswa.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah besar untuk masa depan bangsa. Tetapi, jangan hanya fokus pada kata ‘gratis’ dan ‘bergizi’ saja. Pastikan juga makanan itu aman. Karena sejatinya, setiap asupan yang aman dan sehat adalah pondasi untuk melahirkan generasi Indonesia yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” kata Fatma, melalui keterangannya, Sabtu (4/10).
Fatma yang juga ketua Dewan Guru Besar (DGB) FKM UI itu mengatakan program MBG harus dibarengi dengan jaminan keamanan pangan (food safety) dan higienis pangan (food hygiene). Kasus keracunan yang hingga waktu ini masih terjadi merupakan pengingat terhadap pentingnya sistem pengawasan dan standar yang ketat. Tujuannya agar makanan yang dikonsumsi benar-benar aman.
Ia menjelaskan tiga alasan mengapa keamanan dan kebersihan pangan menjadi penting. Pertama, melindungi kesehatan anak, mengingat usia mereka lebih rentan terhadap penyakit akibat makanan yang tercemar.
Kedua, mencegah keracunan massal. Kasus keracunan makanan yang saat ini terjadi, terutama di sekolah sebenarnya dapat dicegah. Ketiga, jaminan mutu program MBG. Dalam implementasinya mengacu pada SNI, misalnya SNI ISO 22000. Sehingga masyarakat akan yakin bahwa makanan tersebut benar-benar aman
Lebih lanjut, Fatma menjelaskan ada lima langkah yang setidaknya dapat menjadi acuan dan diperhatikan oleh Badan Gizi Nasional dalam menjalankan program MBG. Pertama, Standar Operasional Prosedur (SOP) Dapur Bersih.
"Hal yang awal dimulai dari dapur. Petugas wajib cuci tangan, menggunakan sarung tangan, masker, dan seragam yang bersih," kata Fatma.
Kedua, menu seimbang. Satu menu makan bergizi gratis dapat terdiri atas setengah piring sayur-buah, seperempat karbohidrat, dan seperempat porsinya protein.
Ketiga, memeriksa food handler. Petugas dapur perlu melewati pengecekan rutin kesehatan. Bahkan, kata ia, lebih jauh harus dilakukan juga pemeriksaan atas penyakit menular seperti hepatitis, TBC, dan tifus.
Keempat, audit dan inspeksi. Ia mengatakan untuk memastikan standar berjalan dengan baik, perlu adanya pemeriksaan harian, audit bulanan, hingga evalusi berkala.
Terakhir, teknologi pendukung. Untuk menjaga mutu makanan, ada dua hal yang juga dapat dilakukan. Pertama menggunakan aplikasi monitoring dan sistem rantai dingin (cold chain).
“Makanan yang sehat harus bebas dari bahaya biologis (bakteri dan virus), kimia (pestisida dan logam berat) maupun fisik (kerikil dan serpihan plastik). Untuk itu, penerapan standar keamanan pangan menjadi kunci agar program tidak hanya memberi manfaat gizi, tetapi juga melindungi kesehatan penerima manfaat,” tutup Fatma. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau sebanyak 60,2 juta orang penerima manfaat.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
PRESIDEN Prabowo Subianto curhat soal pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengaku sempat mendapat ejekan dari kalangan intelektual.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved