Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Tradisi Lisan (ATL) mengadakan pertemuan dengan enam organisasi non-pemerintah atau Non-Governmental Organization (NGO). Rapat yang digelar di ruang PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (3/10), ini memberikan ruang untuk mereka berkoordinasi terkait program bersama yang akan dibawa ke sidang UNESCO.
Sidang ke-20 Intergovernmental Committee terkait perlindungan Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO akan diselenggarakan pada 8-13 Desember 2025 di New Delhi, India. Ketua Umum ATL, Pudentia MPSS, mengungkapkan agenda utama pertemuan tersebut yakni berkoordinasi dalam membuat dan menyiapkan program bersama untuk sidang UNESCO. NGO yang ikut serta dalam pertemuan yang digelar secara hybrid (daring dan luring) ini di antaranya ATL, Yayasan Batik Indonesia (YBI), Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Toraja Melo, Senawangi, dan lainnya. Tujuh NGO yang telah terakreditasi tersebut berperan untuk mengimplementasi Konvensi UNESCO 2003 tentang pelestarian kebudayaan khususnya warisan budaya takbenda.
"Itu perannya. Pun memberikan masukan pada pemerintah mengenai bagaimana melestarikan warisan budaya itu. Jadi kita juga berkewajiban memberikan masukan," ungkap Pudentia saat ditemui usai pertemuan para NGO tersebut.
"Misalnya wayang. Kalau nggak ada Senawangi, ya nggak ada juga yang melihara wayangnya secara khusus," imbuhnya sembari menambahkan pemerintah juga berkewajiban untuk memelihara NGO supaya bisa berdaya.
Wakil Sekretaris Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Gaura Macacarita, mengungkapkan para NGO yang ikut serta ke India akan membawa nama baik Indonesia. "Kita NGO Indonesia bersama-sama ke Delhi akan memberikan kesan yang baik di sana (sidang UNESCO, India)," paparnya, dalam kesempatan yang sama.
Salah satu hal yang rencananya akan diusulkan ke Kementerian Kebudayaan dan dibawa ke Sidang UNESCO ialah membuat buku yang berisi seputar informasi tentang ketujuh NGO Indonesia. Buku itu akan diberikan ke sejumlah peserta sidang UNESCO di India. Ini bertujuan agar masyarakat global mengenal NGO Indonesia. Lalu, diusulkan pula untuk membuat sebuah pameran bersama di sela-sela acara UNESCO di India. Tak hanya itu, para NGO juga direncanakan membawa cenderamata khas Indonesia, agar masyarakat global semakin mengenal Indonesia.
Pudentia mengungkapkan harapan untuk ATL ialah perpanjangan akreditasi. "Kita tahun ini sudah masukkan perpanjangan akreditasi. Mungkin di sidang nanti di India," ujarnya.
Harapan untuk Pemerintah
Sementara itu, ada harapan juga yang disematkan pada pemerintah yakni bisa lebih menyiapkan agenda atau program yang ingin dibawa untuk UNESCO.
"Jadi jangan hanya mengusulkan. Tahun ini kita mengusulkan ini. Tapi lebih kepada substansi ya. Kalau emang mengusulkan itu, bagaimana membuat yang diusulkan itu tetap hidup dan terjaga. Nah itu yang mestinya di-support sama pemerintah," tuturnya.
"Kalau NGO berharap (bahwa) pemerintah berkomunikasi sama NGO dalam program-programnya. Kan banyak program pemerintah yang sebenarnya dikerjakan NGO."(M-2)
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sekolah ialah taman belajar milik para siswa, bukan milik guru atau administrator.
Meskipun mengalami kerusakan banjir bandang, sejumlah komunitas menolak rencana pembongkaran jembatan kereta api yang terletak di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat.
Untuk pertama kalinya, UNESCO menetapkan satu gaya kuliner nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda. Italia meraih penghargaan bersejarah ini untuk tradisi kulinernya yang mendunia.
Kikuo tidak terlahir dari keluarga seniman Kabuki, tetapi dari keluarga Yakuza. Namun, dia terlihat memiliki bakat yang luar biasa di dunia kabuki sejak kecil.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk pertama kalinya, UNESCO menetapkan satu gaya kuliner nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda. Italia meraih penghargaan bersejarah ini untuk tradisi kulinernya yang mendunia.
Kikuo tidak terlahir dari keluarga seniman Kabuki, tetapi dari keluarga Yakuza. Namun, dia terlihat memiliki bakat yang luar biasa di dunia kabuki sejak kecil.
Kementerian Kebudayaan mengemukakan bahwa Indonesia menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, kolintang, dan kebaya.
PROSES pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Unesco diharapkan mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.
Pengakuan oleh UNESCO ini juga membawa tanggung jawab besar untuk terus melestarikan dan mempromosikan Kolintang di kancah nasional maupun internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved