Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES tipe 2 (T2D) adalah kondisi metabolik yang cukup umum dan jumlah penderitanya terus meningkat. Selama ini, kebanyakan penderita diabetes selalu mengandalkan obat. Tapi ternyata perubahan gaya hidup juga bisa membantu menstabilkan gula darah.
Bahkan dapat mengurangi resistensi insulin, mendukung penurunan berat badan, dan mengontrol tekanan darah. Ini menjadi pilihan alternatif yang efektif dibanding langsung mengonsumsi obat.
Mengontrol kadar gula darah adalah bagian penting dari perawatan diabetes. Karena banyaknya efek samping dari obat diabetes, metformin. Banyak orang memilih mengelola diabetes secara lebih alami.
Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan sehari-hari untuk membantu gula darah tetap normal. Kebiasaan sehat ini tidak hanya membantu mengelola diabetes, tapi juga berpotensi membawa menuju remisi diabetes tipe 2.
Obesitas dan kelebihan berat badan dapat memicu peradangan dan resistensi insulin. Menurut American Diabetes Association, menurunkan berat badan bisa menurunkan risiko diabetes. Penurunan 5–10% dari berat badan saja sudah dapat menurunkan kadar HbA1C dan mengurangi kebutuhan obat diabetes.
Untuk membantu menstabilkan gula darah, diperlukan pola makan yang sehat, seperti makan makanan sehat. Perbanyak makan sayuran rendah karbohidrat, dan membatasi makanan yang cepat menaikkan gula darah.
Tidak ada satu pola makan yang sempurna untuk penderita diabetes. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi untuk membuat rencana makan yang sesuai.
Olahraga teratur tidak hanya mencegah diabetes tipe 2, tapi juga menurunkan risiko komplikasi dan membantu mengontrol tekanan darah. Aktivitas fisik sedang hingga berat terbukti menurunkan risiko kematian secara keseluruhan bagi penderita diabetes tipe 2.
Merokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 40% dibandingkan orang yang tidak merokok. Merokok menyebabkan stres oksidatif yang memicu peradangan luas dalam tubuh. Peradangan ini memengaruhi faktor metabolik seperti sensitivitas insulin yang berhubungan dengan diabetes tipe 2.
Meski diabetes tipe 2 dapat dikelola melalui gaya hidup sehat, tetapi bagi beberapa penderita tetap membutuhkan obat. Untuk menjaga gula darah tetap stabil.
Tapi kebutuhan obat harus dilihat secara menyeluruh. Seperti melihat riwayat medis, kondisi kesehatan, dan hasil tes darah, serta harus diputuskan bersama tenaga medis.
Faktor penting dalam menentukan kebutuhan obat adalah usia. Risiko komplikasi diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol meningkat seiring bertambahnya usia. Sehingga pasien berusia 50 tahun ke atas mungkin perlu mengonsumsi obat untuk mencegah komplikasi.
Sumber: Signos
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved