Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SMART Water System (SMS) bisa jadi solusi untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan kampus. Pasalnya, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mengisi ulang air minum secara mudah dan higienis.
"Kehadiran SWS ini tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga jadi langkah nyata dalam mendukung SDGs #6 (Air Bersih dan Sanitasi) serta SDGs #12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)," papar Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) Prof Dwi Rahmalina saat meresmikan SWS di sela Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 FTUP, di Jakarta, Selasa (16/9).
Hadir pada peresmian fasilitas penyedia air minum ramah lingkungan yang pertama di Universitas Pancasila (UP) itu yakni, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Mahasiswa dan Alumni FTUP Dini Rosmalia, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTUP Agri Suwandi yang juga penggagas utama program SWS, serta perwakilan mahasiswa baru bersama Ketua SEMA dan BPM FTUP-KMUP.
Dwi Rahmalina melanjutkan Smart Water System adalah langkah kecil yang akan membawa dampak besar.
"Dengan membiasakan mahasiswa sejak awal mengurangi sampah plastik, kami berharap FTUP dapat mencetak generasi yang lebih sadar lingkungan sekaligus memperkuat kontribusi UP di kancah internasional,” ucapnya.
Senada dengan itu, Agri Suwandi menuturkan SWS lahir dari semangat menghadirkan teknologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bisa diwujudkan melalui langkah nyata, bukan cuma wacana. Kehadiran SWS ini diharapkan menjadi budaya baru di kampus yakni, sehat, hemat, dan berkelanjutan," terangnya.
Langkah inovatif ini, lanjut dia, juga sejalan dengan prestasi UP pada UI GreenMetric World University Rankings yakni menduduki peringkat ke-28 nasional dan ke-198 internasional dari 1.477 perguruan tinggi di 95 negara pada 2024.
"Ke depan, SWS diharapkan menjadi faktor pendukung untuk meningkatkan posisi UP dalam pemeringkatan global kampus berkelanjutan," tuturnya.
Ia menjelaskan program ini terlaksana berkat kerjasama FTUP dengan PT Yipu Teknologi Alami. Kolaborasi ini menunjukkan kampus dan industri dapat berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan positif bagi lingkungan.
Selain itu, menurut dia, PKKMB FTUP 2025 bukan hanya pengenalan dunia kampus, tetapi juga momentum membentuk karakter mahasiswa baru agar lebih peduli lingkungan, inovatif, dan berkomitmen pada keberlanjutan.
"Dengan langkah nyata seperti SWS, kami berkomitmen menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran serta laboratorium hidup untuk perubahan menuju masa depan lebih hijau," pungkas Agri Suwandi. (H-2)
Mengusung kampanye #NyamanTanpaSampah, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyentuh hati generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
TAWA riang anak-anak Panti Asuhan di salah satu kota, tiba-tiba memecah kesunyian sore itu, dan sedikit berbeda.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Advanced Energy Materials, para ilmuwan berhasil mengembangkan metode untuk mengubah sampah plastik menjadi asam asetat, bahan utama cuka.
Program inovatif BTN ubah sampah plastik jadi kredit cicilan rumah. Warga bisa meringankan beban dengan menukarkan limbah rumah tangga jadi tabungan.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved