Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMAM berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak. Penyakit ini disebabkan virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya kerap menyerupai flu biasa di awal, sehingga sering terlambat dikenali hingga kondisi memburuk.
DBD dapat memicu demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga ruam kulit. Jika tak segera ditangani, penyakit ini berpotensi fatal. Meski kini kasus juga banyak ditemukan pada remaja dan dewasa, anak-anak tetap menjadi kelompok paling rentan sehingga perlu pengawasan ekstra dari orang tua.
Menurut data Halodoc, rata-rata usia penderita DBD bergeser dari 5-9 tahun ke usia yang lebih tua. Di Thailand, 30-40% kasus terjadi pada mereka di atas 15 tahun. Namun demikian, anak-anak tetap mendominasi kasus karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah.
DBD ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berciri tubuh hitam dengan belang putih di kaki dan punggung. Nyamuk ini aktif pada pagi hingga sore hari, lebih suka berada di dalam rumah, terutama di tempat lembap dan sejuk.
Mengutip RS Mitra Keluarga, DBD berkembang melalui tiga fase utama:
Langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua agar anak terhindar dari gigitan nyamuk:
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved