Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendapatkan perhatian karena setiap hari, melalui akun Instagram dan TikTok SPPG Kalidawir membagikan informasi menu makanan yang mereka berikan untuk siswa-siswi di wilayah mereka. Informasi menu MBG yang dibagikan tak cuma sekadar foto, tapi juga disertai keterangan kandungan gizi dalam makanan yang disediakan.
Di akun Instagram @sppgkalidawirtulungagung, mereka mulai rutin membagikan informasi menu makanan sejak 21 Mei 2025. Unggahan pertama memaparkan informasi menu paket MBG hari ke-60 yang terdiri dari nasi, ayam saus mentega, tempe goreng, tumis wortel jamur, dan pisang.
Selanjutnya, unggahan menu MBG pun rutin dibagian SPPG Kalidawir. Pada 6 Agustus 2025 misalnya, SPPG Kalidawir memaparkan menu MBG yang berisi jeruk baby java, susu sapi, nasi putih, tahu balado, telur balado, serta oseng wortel sawi hijau. Menurut unggahan itu, gizi yang terkandung dalam tiap paket makanan terdiri dari energi 845,3 kkal, protein 26,8 gram, lemak 60,6 gram, dan karbohidrat 76,4 gram.
Di akun TikTok SPPG Kalidawir, mereka juga merangkum menu MBG tanggal 8–12 September 2025. Hidangannya begitu variatif dan sehat.
Contohnya, pada Senin mereka menyajikan tahu kres, jeruk, nasi putih, dan ayam teriyaki. Kemudian, pada Selasa ada susu sapi, jeruk baby java, nasi kuning, telur orak-arik, wortel dan bakso, timun, dan orek tahu.
Aktivitas SPPG Kalidawir pun mendapatkan sorotan dan apresiasi dari akun Instagram @eksistulungagung. "Sajian yang ditampilkan pun cukup beragam, mulai dari lauk bergizi, sayur, hingga buah sebagai pelengkap,” tulis mereka, dikutip Senin (15/9).
Konsistensi ini turut dapat apresiasi dari warganet, terutama orang tua siswa yang merasa terbantu dengan adanya informasi tersebut. Langkah ini memperlihatkan upaya SPPG memanfaatkan media sosial untuk menciptakan transparansi publik.
Unggahan informatif dan edukatif ini ramai mendapatkan tanggapan positif. Sukartinissi, guru SMPN 1 Kalidawir, sangat senang menu yang disediakan SPPG Kalidawir variatif sehingga disukai para siswa.
“Alhamdulillah.. semoga semakin bertambah variasi menunya, khususnya yang disuka para siswa. Saya sebagai guru dari SMPN 1 Kalidawir berterimakasih atas kerja kerasnya... semangat... usahakan kalau Jumat datang agak pagi ya... biar siswa bisa segera pulang dan beribadah Jumat tidak telat," tulisnya.
Akun warganet lain @layin_yiin berharap dapur MBG di wilayah lain bisa mengikuti jejak SPPG Kalidawir. “Semoga lainnya bisa begini ya variatif warna-warni jadi anak semangat maemnya.”
MBG adalah program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang dimulai sejak awal tahun 2025. Menurut data pemerintah, hingga Agustus 2025 ini, jumlah penerima manfaat MBG mencapai 20 juta orang yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Presiden telah menegaskan MBG bukan sekadar program sosial, tetapi investasi untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau sebanyak 60,2 juta orang penerima manfaat.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
PRESIDEN Prabowo Subianto curhat soal pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengaku sempat mendapat ejekan dari kalangan intelektual.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved