Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OSTEOPOROSIS sering dijuluki silent disease karena gejalanya jarang terdeteksi hingga kondisi sudah parah. Data terbaru menunjukkan, dua dari lima orang berisiko osteoporosis, dengan satu dari tiga perempuan usia 50 tahun ke atas akan mengalaminya. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi perempuan yang memasuki masa menopause.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), perempuan secara biologis memang lebih rentan.
“Kesehatan tulang tidak bisa dijaga hanya saat masalah muncul. Olahraga teratur, seperti berjalan 10.000 langkah sehari, terbukti menurunkan risiko secara signifikan. Studi menunjukkan, wanita menopause yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko 4,67 kali lebih besar terkena osteoporosis dibandingkan yang berolahraga teratur,” jelasnya.
Dalam momentum Hari Olahraga Nasional 2025, Anlene menggelar kampanye OsteoWalk 10.000 Langkah. Gerakan ini menjadi ajakan nasional untuk menjadikan jalan kaki sebagai gaya hidup sehat.
Pesan utamanya sederhana: “langkah kecil sehari-hari bisa membawa dampak besar bagi tulang, sendi, dan otot di masa depan.”
Data riset memperkuat pesan tersebut: berjalan rata-rata 10.901 langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian dini sebesar 40%–53% dibandingkan mereka yang hanya menempuh 3.500 langkah. Aktivitas ini membantu memberikan tekanan pada tulang, memicu sel pembentuk tulang baru, serta mengoptimalkan penyerapan kalsium.
Selain aktivitas fisik, nutrisi berperan krusial. Scientific & Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia Haryadi Raharjo menjelaskan kepadatan tulang mencapai puncaknya pada usia 20–30 tahun, lalu menurun secara bertahap.
“Untuk itu, asupan nutrisi harus dijaga sejak dini agar tulang, sendi, dan otot tetap sehat hingga usia lanjut,” ujarnya.
Anlene menegaskan posisinya bukan sekadar susu kalsium, melainkan nutrisi lengkap untuk tulang, sendi, dan otot. Produk Anlene Actifit 3X ditujukan untuk usia 19+, sementara Anlene Gold 5X diformulasikan bagi usia 45+. Keduanya diperkaya vitamin, mineral, kolagen, dan omega, dengan keunggulan rendah kolesterol, rendah lemak jenuh, dan tanpa tambahan gula.
Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia Yauwanan Wigneswaran menegaskan konsistensi Anlene dalam mendukung kesehatan tulang masyarakat Indonesia.
“Selama lebih dari 20 tahun, Anlene terus hadir sebagai mitra keluarga Indonesia. Melalui kampanye OsteoWalk 10.000 Langkah, kami ingin menginspirasi masyarakat untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini agar dapat terus aktif dan produktif,” ungkapnya.
Osteoporosis mungkin sunyi, tetapi dampaknya nyata. Dengan olahraga teratur, nutrisi yang tepat, dan kesadaran sejak dini, setiap orang dapat menekan risiko penyakit ini.
Kampanye OsteoWalk hadir bukan sekadar perayaan Hari Olahraga Nasional, tetapi sebagai gerakan bersama untuk mengubah kebiasaan masyarakat: melangkah lebih jauh demi masa depan yang lebih kuat. (Z-1)
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
PERINGATAN Hari Osteoporosis Nasional dan Dunia 2025 menjadi momentum untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved