Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OVERTHINKING adalah kebiasaan berpikir secara berlebihan dan terus-menerus terhadap suatu hal, baik itu masalah, keputusan, atau peristiwa, sampai menyebabkan stres, kebingungan, atau bahkan menghambat tindakan.
Bahkan, dampaknya bisa stres dan kecemasan meningkat, sulit fokus dan produktivitas menurun, menyebabkan insomnia, lelah mental, bahkan gejala fisik, hingga menunda tindakan atau membuat hubungan jadi tegang.
Terlalu banyak berpikir dapat meningkatkan kadar hormon stres secara berlebihan, yang membuat tubuh dan pikiran terus-menerus dalam kondisi tertekan.
Overthinking sering memicu perasaan cemas berlebihan terhadap masa depan, keputusan, atau hal kecil yang belum tentu terjadi.
Pikiran yang terus bekerja bahkan saat malam hari membuat seseorang sulit tertidur atau sering terbangun tengah malam.
Overthinking kronis bisa menyebabkan rasa bersalah, sedih mendalam, hingga kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai gejala umum depresi.
Munculnya pikiran seperti “Aku nggak cukup baik” atau “Pasti gagal” membuat seseorang merasa rendah diri dan ragu mengambil keputusan.
Overthinking membuat otak terus mengulang skenario buruk tanpa solusi yang jelas, sehingga memperparah kecemasan dan penundaan tindakan.
Karena takut salah atau gagal, seseorang bisa terlalu lama menganalisis sampai akhirnya tidak bertindak sama sekali.
Berpikir terus-menerus bisa membuat otak lelah, sulit fokus, dan menurunkan kemampuan mengambil keputusan.
Orang yang overthinking sering menarik diri karena takut salah bicara, salah bertindak, atau takut dihakimi orang lain.
Overthinking membuat seseorang terlalu sensitif atau salah menafsirkan ucapan orang lain, sehingga menimbulkan konflik atau kesalahpahaman.
Kekhawatiran dan asumsi berlebihan bisa menyebabkan cemburu berlebihan, tidak percaya pasangan, atau konflik yang sebenarnya tidak perlu.
Karena terlalu banyak pertimbangan dan rasa takut salah, orang yang overthinking bisa sulit memutuskan bahkan untuk hal-hal kecil.
Stres akibat overthinking bisa mengganggu sistem pencernaan misalnya sakit maag, perut kembung, mual.
Kecemasan berlebihan bisa memicu keluhan fisik seperti sakit kepala, jantung berdebar, kelelahan, atau nyeri otot tanpa penyebab medis yang jelas.
Orang yang overthinking cenderung terjebak dalam pikiran negatif dan melupakan hal-hal baik dalam hidupnya.
Untuk mengatasinya, coba latihan mindfulness atau meditasi, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, tuliskan isi pikiran untuk mengurai kekacauan mental, dan bicarakan dengan orang terpercaya atau profesional. (Z-4)
Overthinking merupakan kebiasaan berpikir berlebihan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Overthinking bukan tanda berpikir mendalam, melainkan pikiran yang terjebak dalam kekhawatiran. Mengelolanya penting agar kesehatan mental dan kualitas hidup tetap terjaga.
Putri sulung Uya Kuya dan Astrid Kuya, Cinta Kuya, membagikan curahan emosinya usai rumah keluarganya di Duren Sawit, Jakarta Timur, dijarah massa pada akhir Agustus 2025.
Overthinking bisa menghambat banyak hal, seperti membuat keputusan atau menikmati momen.
Fenomena overthinking ini bukan hanya sekadar kebiasaan berpikir negatif, tetapi memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved