Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG tidur adalah kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh, baik dari segi durasi maupun kualitas tidur.
Jika hal tersebut terjadi, terutama pada remaja maka dapat mengganggu kesehatan fisik, mental, dan kinerja sehari-hari.
Remaja yang kurang tidur cenderung sulit berkonsentrasi di sekolah, membuat prestasi belajar menurun.
Tubuh tidak mendapat cukup waktu untuk pemulihan, sehingga energi cepat habis dan aktivitas terganggu.
Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon, memicu perubahan suasana hati, stres, hingga depresi.
Remaja jadi lebih mudah tersinggung, agresif, atau merasa sedih tanpa sebab yang jelas.
Kurang tidur menghambat proses konsolidasi memori, membuat sulit mengingat pelajaran atau informasi baru.
Tidur yang cukup penting untuk memperkuat daya tahan tubuh. Kurang tidur membuat remaja lebih mudah sakit.
Kurang tidur dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang memicu jerawat atau kulit kusam.
Kurang tidur mengganggu hormon pengatur rasa lapar, meningkatkan nafsu makan, terutama makanan manis atau tinggi lemak.
Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan. Tidur yang kurang bisa menghambat perkembangan fisik remaja.
Kurang tidur mengurangi kekuatan, kecepatan, dan koordinasi otot penting bagi remaja yang aktif secara fisik.
Kurang tidur bisa membuat remaja mengambil keputusan impulsif atau berisiko, seperti ugal-ugalan atau konflik sosial.
Jam biologis yang terganggu bisa menyebabkan pola makan tidak teratur dan craving makanan tidak sehat di malam hari.
Jika dibiarkan terus-menerus, kurang tidur bisa meningkatkan risiko gangguan mental serius di masa depan.
Idealnya, remaja usia 13–18 tahun butuh tidur 8–10 jam per malam. (Z-4)
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Pada umumnya, kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7 sampai 9 jam per hari. Jika seseorang tidur di bawah durasi tersebut secara terus-menerus, hal ini disebut sleep deprivation.
Kurang tidur bukan sekadar rasa mengantuk, tetapi kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup jika dibiarkan.
Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, serta gangguan mental jika terjadi terus-menerus.
Kondisi ini terjadi ketika waktu tidur lebih sedikit dari kebutuhan normal, sehingga tubuh tidak memiliki kesempatan untuk pulih dan memperbaiki fungsi-fungsinya dengan optimal.
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved