Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MIE instan adalah jenis makanan cepat saji berbentuk mi kering yang biasanya disertai bumbu penyedap dalam kemasan, dan dapat disajikan dengan cara direbus atau diseduh hanya dalam beberapa menit.
Namun jika dimakan terlalu sering, mie instan akan berdampak bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu kamu perlu waspada jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering.
Mie instan mengandung garam tinggi, yang dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dikonsumsi berlebihan.
Monosodium glutamat (MSG) bisa menimbulkan efek seperti sakit kepala, mual, atau Chinese Restaurant Syndrome pada sebagian orang yang sensitif.
Konsumsi rutin mie instan bisa memicu penyumbatan pembuluh darah karena kadar lemak jenuh dan natrium yang tinggi.
Zat aditif dan pengawet dalam mie instan diduga bisa mengganggu kinerja otak dalam jangka panjang, termasuk konsentrasi dan daya ingat.
Mie instan minim kandungan serat, vitamin, dan protein, sehingga tidak mencukupi kebutuhan gizi harian tubuh.
Kandungan kalori tinggi dan lemak jenuh dalam mie instan bisa menyebabkan kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat.
Beberapa merek menggunakan bahan pengawet seperti TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone), yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat berdampak negatif bagi sistem kekebalan dan pencernaan.
Mie instan sulit dicerna sempurna dan bisa menyebabkan sembelit, kembung, atau gangguan lambung jika dikonsumsi terlalu sering.
Studi menunjukkan konsumsi mie instan terlalu sering dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin.
Beberapa studi (khususnya di Asia) menyebutkan konsumsi mie instan secara rutin bisa berdampak pada ketidakseimbangan hormon, terutama pada wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur.
Zat kimia dari plastik dan kemasan yang dipanaskan (misalnya memasak mie langsung dari cup) bisa menghasilkan zat karsinogenik jika dikonsumsi terlalu sering.
Jika tetap ingin makan mie instan baiknya tambahkan sayuran segar, telur, atau sumber protein. Kurangi bumbu instan yang disediakan dan jangan makan lebih dari 1–2 kali seminggu. (Z-4)
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Di tengah gempuran varian rasa baru yang kian kreatif dan berani, selera masyarakat Indonesia ternyata tetap mie instan rasa original.
Mie ini umumnya sudah diberi bumbu instan berupa bubuk atau minyak bumbu, sehingga praktis disajikan tanpa banyak persiapan.
Mengkonsumsi mie instan namun ingin tetap sehat, baiknya batasi maksimal 1–2 kali seminggu, lalu tambahkan sayur, telur, atau protein lain agar lebih seimbang
Mie instan memang enak dan praktis, tapi kalau terlalu sering dikonsumsi, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved