Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MIE instan adalah jenis makanan siap saji yang berupa mi kering atau setengah matang yang bisa dimasak dengan cepat, biasanya hanya membutuhkan air panas selama beberapa menit.
Mie ini umumnya sudah diberi bumbu instan berupa bubuk atau minyak bumbu, sehingga praktis disajikan tanpa banyak persiapan.
Mie instan tinggi kalori, lemak, dan karbohidrat sederhana yang mudah menumpuk menjadi lemak jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan natrium tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga berisiko memicu penyakit jantung dan stroke.
Serat rendah dan bahan pengawet bisa membuat sistem pencernaan terganggu, menyebabkan sembelit atau perut kembung.
Karbohidrat cepat serap dari mie instan dapat membuat gula darah naik drastis, berisiko pada penderita diabetes.
Mie instan minim vitamin, mineral, dan protein. Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan kekurangan gizi, terutama vitamin B kompleks, zat besi, dan serat.
Tingginya kandungan natrium dan MSG dapat membebani fungsi ginjal.
Garam dan bumbu instan yang tinggi natrium meningkatkan risiko hipertensi.
Konsumsi rutin mie instan yang tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan resistensi insulin.
Bahan pengawet dan pewarna buatan yang terkandung dalam mie instan dapat membebani kerja hati jika dikonsumsi terus-menerus.
Kandungan MSG berlebihan bisa memengaruhi fungsi saraf, memicu sakit kepala atau gangguan konsentrasi pada sebagian orang.
Rasa gurih dari bumbu instan dapat membuat seseorang ketagihan, sehingga sulit mengontrol porsi makan.
Tingginya lemak jenuh dan MSG bisa memicu jerawat atau kulit berminyak bagi sebagian orang.
Bahan pengawet dan pewarna buatan yang terkandung dalam mie instan berlebihan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker, meski penelitian masih terus berlangsung.
Baiknya, konsumsi mie instan tidak lebih dari 1 sampai 2 kali seminggu, tambahkan sayuran, telur, atau sumber protein untuk menyeimbangkan gizi. (Z-4)
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Di tengah gempuran varian rasa baru yang kian kreatif dan berani, selera masyarakat Indonesia ternyata tetap mie instan rasa original.
Namun jika dimakan terlalu sering, mie instan akan berdampak bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu kamu perlu waspada jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering.
Mengkonsumsi mie instan namun ingin tetap sehat, baiknya batasi maksimal 1–2 kali seminggu, lalu tambahkan sayur, telur, atau protein lain agar lebih seimbang
Mie instan memang enak dan praktis, tapi kalau terlalu sering dikonsumsi, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved