Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT media sosial dan pendiri platform medsos Sebangsa, Enda Nasution mengomentari terkait dengan fenomena pornografi dan penyimpangan yang dilakukan secara terang-terangan di media sosial saat ini, salah satunya adalah grup Facebook Fantasi Sedarah. Menurutnya media sosial layaknya masyarakat di dalam bentuk digital yang tidak akan mungkin hanya berisikan hal positif.
“Medsos ini kan seperti masyarakat hanya dalam bentuk digital. Jadi apakah masyarakat baik-baik saja dan enggak ada hal negatif? Kan enggak mungkin. Sama dengan media sosial,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (23/5).
Lebih lanjut, Enda mengibaratkan pengawasan di media sosial layaknya seperti pengawasan di jalan raya. Adanya pengawasan tidak dapat menghindari dari tindak kejahatan. Justru laporan dari masyarakat yang membuat penindakan dari tindak kejahatan tersebut berjalan.
“Sama seperti jalan raya, ada pengawasan atau tidak, pasti ada, tapi kasus kejahatannya tetap ada. Sebenarnya penegakan hukum sudah ada dan tindakan juga bisa dari laporan masyarakat,” ujar Enda.
Menyoal kasus grup Facebook Fantasi Sedarah, menurutnya di dalam grup tersebut kemungkinan besar hanya berisikan fantasi seksual tanpa adanya unsur foto atau video pornografi sehingga tindakan dari penyedia platform tidak dilakukan sedari dulu.
“Saya dapat informasi ada foto anak kecil dan lainnya, kalau tanpa konteks kan upload foto seperti itu biasa saja, tapi kan kalau konteksnya berbeda itu bisa dilaporkan. Bahwa kemudian itu sudah lama ada, mungkin Facebook merasa itu tidak melanggar hukum atau bagaimana,” tuturnya.
Dia memberikan contoh platform X banyak berisikan konten pornografi yang disebabkan oleh pihak penyelenggara platform yang mengizinkannya. Hal ini yang membuat tidak dapat disamaratakannya penyelenggara platform media sosial. (H-3)
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Pemerintah Indonesia memblokir sementara Grok AI milik Elon Musk karena risiko pornografi deepfake non-konsensual dan ancaman keamanan digital.
Komisi I DPR RI mendesak Komdigi memblokir platform X jika gagal mengendalikan Grok AI yang memproduksi konten pornografi deepfake. Negara tak boleh kalah.
Komdigi ancam sanksi administratif hingga pemutusan akses.
Denda senilai hampir Rp80 juta yang dikenakan akibat keterlambatan platform X dalam memenuhi kewajiban moderasi konten, khususnya yang bermuatan pornografi.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi seorang warga negara Inggris berinisial TEB yang dikenal dengan nama panggung Bonnie Blue.
Hubungan pelaku dengan korban dewasa adalah adik ipar, sedangkan korban anak-anak adalah merupakan keponakan.
POLISI mengungkap kasus distribusi konten pornografi dari grup Facebook Fantasi Sedarah yang memuat konten negatif terkait hubungan sedarah atau inses.
Adapun, modus operandi dari anak tersebut adalah dengan menawarkan tiga konten seharga Rp50 ribu.
Komdigi juga meminta Meta dan penyelenggara platform digital lain agar aktif bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap dalang di balik grup tersebut.
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap keberadaan sejumlah grup Facebook yang dijadikan wadah penyebaran konten pornografi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved