Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER ahli bedah Sendi Kurnia Tantinius mengingatkan para penderita diabetes melitus (DM) meningkatkan kewaspadaan jika mengalami luka di kaki yang tak kunjung sembuh.
Kondisi ini dapat menjadi tanda komplikasi serius yang dikenal sebagai diabetic foot. Komplikasi ini dapat menyebabkan infeksi berat, gangren, hingga amputasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Ahli bedah vaskular dari Bethsaida Hospital Sendi Kurnia Tantinius menjelaskan bahwa diabetic foot terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor utama, yakni neuropati diabetik (kerusakan saraf), gangguan aliran darah, infeksi, dan tekanan berlebih pada kaki.
Menurut Sendi, diabetic foot terjadi karena kombinasi faktor neuropati, gangguan aliran darah, dan infeksi.
"Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangren dan berisiko amputasi," kata Sendi, Rabu (14/5).
Gejala diabetic foot pada umumnya ditandai dengan kesemutan, mati rasa pada kaki, nyeri yang tidak biasa, pembengkakan, serta perubahan
warna kulit menjadi lebih gelap pada area terinfeksi.
Gejala seperti kesemutan dan mati rasa sering kali diabaikan oleh penderita diabetes. Padahal, ini bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan saraf yang berpotensi berkembang menjadi diabetic foot.
Diabetic foot memiliki lima tahapan keparahan. Tahap awal atau derajat 0 menunjukkan kaki normal tanpa risiko. Pada derajat 1 dan 2, pasien mengalami luka dangkal atau ulkus superfisial.
Jika luka tidak segera diatasi, dapat berkembang menjadi derajat 3 yang ditandai infeksi berat dan abses jaringan lunak hingga infeksi tulang (osteomielitis).
"Pada tahap lanjut yakni derajat 4 dan 5, kerusakan jaringan yang terjadi sudah tidak bisa dipulihkan sehingga memerlukan amputasi parsial
atau total pada kaki," katanya.
Pencegahan diabetic foot harus dilakukan secara menyeluruh. Beberapa langkah utama meliputi pemeriksaan rutin pada kaki, penggunaan
sepatu yang nyaman dan sesuai ukuran, menjaga kebersihan kaki, serta pengendalian kadar gula darah secara ketat. Jika sudah terjadi luka, penanganan multidisiplin sangat diperlukan.
Salah satu metode yang digunakan adalah debridemen luka, yaitu pembersihan jaringan mati atau terinfeksi untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.
Selain itu, terapi oksigen hiperbarik juga dapat mempercepat penyembuhan dengan meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
Dengan langkah pencegahan yang tepat dan perawatan yang terintegrasi, penderita diabetes dapat meminimalkan risiko terjadinya diabetic foot dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik. (Ant/Z-1)
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Tahukah Anda telinga jangkrik bukan di kepala? Simak penjelasan ilmiah mekanisme pendengaran jangkrik di kaki depan dan fungsinya bagi evolusi.
Banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Isu meninggalnya aktor laga legendaris Jackie Chan sempat mencuat di dunia maya, namun kabar tersebut telah ditepis oleh berbagai media internasional pada Senin (11/11).
Gejala campak berupa demam, batuk dan pilek sebelum berkembang menjadi ruam di seluruh tubuh hingga menimbulkan komplikasi serius.
Perempuan dengan kadar gula darah rendah sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi terhadap hasil kehamilan yang merugikan, termasuk kelahiran prematur.
Vaksin campak diberikan sebanyak tiga kali yaitu ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan pada anak usia kelas 1 SD/MI/sederajat, termasuk anak yang tidak bersekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved