Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam dari RSPI Puri Indah, Muhammad Pranandi, mengatakan bahwa penyakit diabetes melitus tipe 2 memiliki banyak faktor risiko. Komplikasi dari penyakit diabetes ini bisa saja terjadi dari jantung, hati, ginjal, penglihatan dan telinga.
“Faktor risiko yang terjadi biasanya terjadi peningkatan berat badan, gangguan kolesterol, keterbatasan bergerak, darah tinggi, riwayat keluarga yang memiliki penyakit diabetes, adanya riwayat penyakit kardiovaskular,” ujar dokter Nandi dalam media interview secara daring pada Kamis, (30/1).
Dia menambahkan bahwa penyakit diabetes melitus tipe 2 terjadi karena mengonsumsi makanan cepat saji. Diabetes melitus tipe 2 ini juga menyerang ibu hamil.
“Biasanya risiko diabetes melitus tipe 2 ini terjadi ketika mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan diabetes ini juga dialami oleh wanita yang baru mengetahui memiliki penyakit diabetes saat kehamilan.” Sambung dokter Nandi.
Penyakit diabestes miletus tipe 2 ini tentunya mengalami tanda dan gejala yang akan dirasakan seseorang, berikut tanda dan gejala dari penyakit tersebut:
Tingginya peningkatan penyakit diabetes ini jangan dianggap remeh, karena penyakit ini “silent killer” yang mengintai masrayakat.
Bagi penderita diabetes melitus tipe 2 ini, dianjurkan untuk mengontrol kadar gula darah. Mengontrol pola hidup sehat seperti memakan makanan yang sehat, berolahraga, hindari makanan cepat saji bisa membantu kadar gula darah tetap aman. (P-5)
Diabetes tipe 2 muncul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin dan/atau tidak memproduksi insulin cukup untuk menjaga kadar glukosa darah tetap normal.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Isu meninggalnya aktor laga legendaris Jackie Chan sempat mencuat di dunia maya, namun kabar tersebut telah ditepis oleh berbagai media internasional pada Senin (11/11).
Gejala campak berupa demam, batuk dan pilek sebelum berkembang menjadi ruam di seluruh tubuh hingga menimbulkan komplikasi serius.
Perempuan dengan kadar gula darah rendah sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi terhadap hasil kehamilan yang merugikan, termasuk kelahiran prematur.
Vaksin campak diberikan sebanyak tiga kali yaitu ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan pada anak usia kelas 1 SD/MI/sederajat, termasuk anak yang tidak bersekolah.
IBD adalah radang usus kronis yang bisa memicu komplikasi berbahaya. RS Abdi Waluyo buka pusat IBD pertama di Indonesia untuk penanganan komprehensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved