Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMI Keperawatan (Akper) Bina Insan kini resmi menjadi bagian dari kampus digital kreatif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Penyatuan ini jadi langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan kesehatan di Indonesia.
"Akper Bina Insan saat ini bertransformasi jadi bagian Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UBSI yang kini sedang tahap penetapan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ungkap Firdaus Djasad, Staf Humas Program Studi Keperawatan UBSI, di Jakarta, Selasa (29/4). Ia mengatakan dalam waktu dekat, FIK UBSI akan membuka tiga program studi unggulan yakni, Sarjana Keperawatan (S1), Profesi Ners, serta Psikologi (S1).
Ia mengatakan penyatuan ini merupakan implementasi kebijakan strategis yang tercantum dalam Permendikbud No 7/2020 dan SK Dirjen Diktiristek No 63/E/KPT/2020 yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional.
"Kami amat optimistis penyatuan ini akan menciptakan efisiensi tata kelola, memperkuat posisi operasional, dan membuka peluang bersaing secara internasional," jelas Firdaus.
Dia juga memastikan meskipun ada perubahan nama dan institusi, hak-hak mahasiswa dan alumni tetap terjamin, terutama dalam pengurusan dokumen akademik seperti legalisasi ijazah.
Ia mengajak generasi muda tidak ragu memilih program studi Keperawatan UBSI lantaran para tenaga pendidiknya dari kalangan profesional dengan pengalaman panjang sejak era Akper Bina Insan.
Sebagai informasi, penyatuan Akper Bina Insan sebagai bagian dari UBSI telah rampung secara hukum melalui penandatanganan Akta Notaris No 1 oleh Notaris Shinta Dewi pada 8 November 2024.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Yayasan Bina Sarana Informatika sebagai penyelenggara UBSI dan Yayasan Pendidikan dan Latihan Bina Insan sebagai penyelenggara Akper Bina Insan.
Turut hadir saat itu, Efriadi Salim (Ketua Yayasan BSI), Prof Mochamad Wahyudi (Rektor UBSI), Dedeh Rosidah (Pembina Yayasan Pendidikan dan Latihan Bina Insan) dan Silvana Evi Linda (Direktur Akper Bina Insan). (H-2)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved