Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG tidur adalah kondisi di mana seseorang tidak mendapatkan jumlah tidur yang cukup yang dibutuhkan tubuhnya untuk berfungsi dengan optimal.
Setiap orang membutuhkan durasi tidur yang berbeda, tetapi secara umum, orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur setiap malam untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kurang tidur membuat otak sulit fokus, berpikir jernih, dan mengingat informasi.
Mudah marah, cemas, atau bahkan depresi bisa jadi akibat kualitas tidur yang buruk.
Tidur yang cukup membantu jantung bekerja stabil. Kurang tidur bisa memicu tekanan darah tinggi dan masalah jantung.
Kurang tidur mengganggu metabolisme gula darah, meningkatkan resistensi insulin.
Kurang tidur meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin).
Tubuh lebih mudah terserang flu dan infeksi jika tidak cukup tidur.
Kurang tidur mempercepat penuaan kulit, muncul lingkaran hitam di bawah mata, dan regenerasi kulit melambat.
Hormon reproduksi terganggu, berpengaruh pada kesuburan pria maupun wanita.
Tidur penting untuk menyusun ide dan memecahkan masalah.
Kurang tidur setara dengan efek mengemudi dalam keadaan mabuk.
Susah fokus, mudah lelah, dan kurang sigap dalam bekerja atau belajar.
Tidur yang buruk bisa memperburuk stres dan memperbesar respons emosional negatif.
Tidur penting untuk membersihkan zat berbahaya dari otak. Kurangnya tidur berkepanjangan dikaitkan dengan penurunan kognitif.
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak serius pada kesehatan. Idealnya, orang dewasa butuh 7–9 jam tidur setiap malam. (Z-4)
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Pada umumnya, kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7 sampai 9 jam per hari. Jika seseorang tidur di bawah durasi tersebut secara terus-menerus, hal ini disebut sleep deprivation.
Kurang tidur bukan sekadar rasa mengantuk, tetapi kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup jika dibiarkan.
Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, serta gangguan mental jika terjadi terus-menerus.
Kondisi ini terjadi ketika waktu tidur lebih sedikit dari kebutuhan normal, sehingga tubuh tidak memiliki kesempatan untuk pulih dan memperbaiki fungsi-fungsinya dengan optimal.
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved