Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN pedas adalah jenis makanan yang memiliki rasa tajam dan membakar akibat kandungan senyawa seperti capsaicin, piperin, atau allicin.
Sensasi pedas ini sering menimbulkan efek panas di mulut, berkeringat, dan detak jantung meningkat.
Makanan pedas memang nikmat, tetapi terlalu sering mengonsumsinya bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Kandungan capsaicin dalam cabai dapat meningkatkan produksi asam lambung, menyebabkan maag, gastritis, dan peradangan lambung.
Makanan pedas dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan heartburn (sensasi panas di dada) dan memperparah GERD.
Capsaicin dapat mempercepat pergerakan usus, menyebabkan diare, kram perut, dan mual.
Bagi penderita IBS, makanan pedas bisa memicu sakit perut, kembung, dan buang air besar tidak teratur.
Mengonsumsi makanan pedas berlebihan bisa menyebabkan sariawan, sakit tenggorokan, dan sensasi terbakar di mulut.
Capsaicin dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat detak jantung, membuat sulit tidur dan menyebabkan insomnia.
Sering makan pedas dapat memperparah wasir, menyebabkan rasa panas dan nyeri saat buang air besar.
Makanan pedas bisa mengiritasi kandung kemih, menyebabkan nyeri saat buang air kecil dan infeksi saluran kemih (ISK) pada beberapa orang.
Konsumsi berlebihan makanan pedas dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah karena efek stimulasi pada sistem saraf.
Beberapa orang mengalami kemerahan, gatal, atau jerawat akibat reaksi tubuh terhadap makanan pedas.
Terlalu sering makan pedas dapat menurunkan sensitivitas lidah, membuat seseorang butuh makanan yang semakin pedas untuk mendapatkan sensasi yang sama.
Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan iritasi lambung, maag, dan gangguan pencernaan. (Z-4)
Makanan pedas adalah makanan bercita rasa panas yang nikmat jika dikonsumsi secukupnya, tetapi bisa berdampak buruk bila berlebihan.
Pedas ternyata bukan rasa, melainkan reaksi tubuh terhadap capsaicin. Ilmuwan menjelaskan bagaimana otak belajar menikmati sensasi ini.
Makanan pedas ini bisa menimbulkan sensasi panas di mulut dan tenggorokan, membuat tubuh berkeringat atau wajah memerah
Capsaicin dapat menyebabkan luka pada permukaan lambung yang dapat meningkatkan gerak peristaltik dari usus. Kandungan itu juga dapat menyebabkan refluks lambung.
Makanan pedas merupakan jenis makanan yang menimbulkan rasa panas di mulut karena kandungan cabai atau rempah tertentu, yang bisa dinikmati dalam jumlah wajar tapi berisiko
Makanan pedas merupakan makanan yang memberi sensasi panas karena senyawa alami dari rempah atau cabai, yang bisa bermanfaat maupun berbahaya tergantung jumlah konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved