Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis saraf dari RSPAD Gatot Subroto Letkol CKM Andrie Gunawan mengatakan menerapkan perubahan lima pola hidup sehat di usia muda dapat mencegah gangguan saraf di usia lanjut.
"Kalau kita mau hidup sehat, ya berpola hidup sehat. Pola hidup sehat apa saja? Mulai dari pola makan, pola minum, pola tidur, pola pikir,
dan pola gerak, termasuk olah raga. Ini lima pola hidup sehat yang seimbang," kata Andrie, dikutip Rabu (19/3).
Lebih lanjut dikatakannya jangan hanya keinginan mau sehat tapi pola hidup dari lima pola, makan, minum, tidur, pikir, dan gerak saja belum bisa dikontrol.
Ia mengatakan, saat ini, sudah ada pergeseran pola penyakit dari yang hanya ada di usia tua kini sudah banyak ditemukan di usia muda termasuk stroke dan demensia yang merupakan penyakit degeneratif.
Andrie menyebut pada usia muda di dekade ketiga atau usia 30-an sudah ditemukan gangguan-gangguan dari memori yang menjadi cikal bakal penyakit demensia dan alzheimer, sehingga faktor usia sudah bukan lagi acuan suatu penyakit.
Jika sel dalam otak banyak mengalami kerusakan akibat pola hidup yang tidak sehat, risiko terjadinya gangguan saraf akan lebih cepat di usia muda. Yang paling sederhana yang bisa diketahui adalah sering lupa ketika hendak melakukan suatu kegiatan atau tidak bisa mengingat kejadian baru atau lama.
"Endingnya kalau degeneratif ini banyak yang mengalami kerusakan mulailah menimbulkan suatu gejala, kumpulan gejala itulah yang akhirnya menjadi suatu demensia, artinya dalam quality of life dia sudah membutuhkan caregiver," katanya.
"Sementara ada hal yang sebelum demensia vaskuler, dia baru berupa gangguan-gangguan ingatan ringan yang paling banyak kita temui melakukan suatu kegiatan, 'Kok saya, apa yang tadi saya mau kerjakan?' Hal simple, usia muda itu sudah banyak seperti itu," tambah Andrie.
Ia mengajak masyarakat untuk mawas diri dan memperbaiki pola hidup sejak muda agar saat memasuki usia lanjut tidak mengalami demensia yang parah dan memengaruhi kualitas hidup di masa produktif.
Ia juga menyarankan jika mengalami tanda-tanda sulit mengingat, gangguan perilaku dan kognitif sebaiknya segera melakukan terapi untuk memperbaiki sel pada otak. (Ant/Z-1)
Kesemutan bisa normal, tapi bila sering atau menetap dapat menandakan gangguan saraf. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan cara mengatasinya.
Toxoplasma gondii adalah parasit tersembunyi yang dapat merusak otak manusia dan mengganggu fungsi saraf. Pelajari gejala, dampak neurologis, dan cara pencegahannya di sini.
Restless Legs Syndrome (RLS) adalah gangguan saraf yang menyebabkan rasa tidak nyaman di kaki, sering kali saat beristirahat.
Berikut 5 gejala awal gangguan saraf yang perlu diwaspadai.
PENYAKIT parkinson merupakan kondisi gangguan neurodegeneratif progresif yang mempengaruhi sistem saraf, terutama bagian otak yang mengontrol gerakan.
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
SAMSUNG dikabarkan akan memperkenalkan sebuah teknologi yang mampu mendeteksi kesehatan otak dan deteksi dini demensia pada gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2026.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Risiko demensia tidak hanya berkaitan dengan faktor usia lanjut, tetapi bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Manfaat kognitif ini dihasilkan karena olahraga meningkatkan aliran darah ke otak Anda, yang membantu melawan beberapa penurunan koneksi otak alami yang terjadi selama penuaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved