Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis gizi klinis Samuel Oetoro mengatakan kekurangan Omega-3 dapat meningkatkan risiko hambatan sirkulasi darah sehingga diperlukan asupan makanan yang berkualitas serta memenuhi kebutuhan omega-3 harian.
"Kekurangan Omega-3 dalam tubuh dapat meningkatkan risiko terjadi hambatan sirkulasi darah, gangguan pembentukan sel-sel darah merah, serta peningkatan kadar lipid dan trigliserida dalam darah yang dapat meningkatkan prevalensi terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan fungsi kognitif," ujar Samuel, dikutip Selasa (18/3).
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia tersebut mengatakan nutrisi berupa Omega-3 dapat dipenuhi dengan mengonsumsi
ikan laut dalam serta ikan yang berasal dari perairan laut yang tak begitu dalam, misalnya ikan kembung.
Agar kandungan Omega-3 tidak rusak, dia menyarankan ikan dikukus alih-alih digoreng.
"Pada saat kandungan omega-3 pada ikan itu digoreng dia akan rusak. Pada saat rusak, percuma juga makan ikan laut yang digoreng," ujar Samuel.
Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Sony Hilal Wicaksono, yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjelaskan plak di arteri koroner ditemukan pada pasien yang mengalami serangan jantung.
Plak kemudian pecah dan menyebabkan pembekuan darah, yang akan menyumbat aliran darah sehingga menyebabkan serangan jantung secara mendadak.
Menurut dia trigliserida atau lemak yang beredar dalam darah dapat dipengaruhi oleh EPA (Eicosapentaenoic) atau asam lemak omega-3.
"Sehingga EPA berperan penting dalam pencegahan maupun pengobatan untuk penyakit jantung koroner," kata Sony.
Dengan demikian, ia pun menyarankan bagi masyarakat untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang mengandung Omega-3. (Ant/Z-1)
Pantauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang, Minggu (18/1), Ikan ekor kuning ukuran sedang yang sebelumnya dijual sekitar Rp80.000 per ekor, sekarang melonjak menjadi Rp150.000.
LCI akan berperan aktif memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan sektor ikan hias dapat menyentuh langsung para pelaku di lapangan.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik.
PEMINDANGAN ikan menjadi salah satu usaha potensial di wilayah pesisir, termasuk di pesisir Tegal. Saat ini berbagai upaya tengah dilakukan untuk melakukan penguatan usaha tersebut.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak anak-anak Pesantren Hidayatullah mengenal pentingnya konsumsi pangan sehat, bergizi, dan seimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved