Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF telah meluncurkan tanggap darurat wabah polio di Jalur Gaza, dengan kampanye vaksinasi polio massal yang dijadwalkan mulai tanggal 22 hingga 26 Februari 2025. Demikian dilansir dari Emirates News Agency, Kamis (20/2).
Dalam sebuah pernyataan bersama, kedua organisasi dunia tersebut mengatakan bahwa vaksin polio oral baru tipe 2 (nOPV2) akan diberikan kepada lebih dari 591.000 anak di bawah usia 10 tahun untuk melindungi mereka dari polio. Kampanye ini dilakukan setelah ditemukannya virus polio dalam sampel air limbah di Gaza baru-baru ini, yang menandakan bahwa virus polio masih terus beredar di lingkungan sekitar, sehingga membahayakan anak-anak.
“Kantong-kantong individu dengan kekebalan tubuh yang rendah atau tidak memiliki kekebalan tubuh memberikan kesempatan bagi virus untuk terus menyebar dan berpotensi menyebabkan penyakit. Lingkungan saat ini di Gaza, termasuk kepadatan penduduk di tempat penampungan dan infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan yang rusak parah, yang memfasilitasi penularan melalui tinja dan mulut, menciptakan kondisi yang ideal untuk penyebaran lebih lanjut dari virus polio. Perpindahan penduduk yang ekstensif akibat gencatan senjata saat ini kemungkinan besar akan memperburuk penyebaran infeksi virus polio,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kampanye vaksinasi yang akan datang bertujuan untuk menjangkau semua anak di bawah usia 10 tahun, termasuk mereka yang sebelumnya terlewatkan, untuk menutup kesenjangan kekebalan dan mengakhiri wabah. Penggunaan vaksin polio oral akan membantu mengakhiri wabah ini dengan mencegah penyebaran virus. Putaran vaksinasi polio tambahan direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April.
Kampanye ini akan dipimpin oleh Kementerian Kesehatan Palestina dan dilaksanakan dengan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), dan mitra-mitra lainnya. (H-4)
Dengan situasi KLB Polio yang saat ini sedang terjadi, dibutuhkan pemberian 2 dosis imunisasi tambahan polio tetes melalui kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai imunisasi yang efektif mencegah polio.
HAMPIR 443.000 anak-anak menerima dosis pertama vaksin polio di Jalur Gaza, Palestina, dan sedang menunggu persetujuan Israel untuk koordinasi akses ke tujuh wilayah tambahan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah memperingatkan selama berbulan-bulan tentang kemungkinan wabah penyakit lain yang mengancam jiwa dan sangat menular seperti polio dan kolera.
KANTOR Media Pemerintah Gaza mendesak Komite Nasional untuk Administrasi Gaza
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved