Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) membantah adanya mitra makan bergizi gratis (MBG) yang mundur akibat tidak dibayar pihaknya. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana.
“Di data tidak ada (mitra) yang mundur,” kata Dadan saat dihubungi, Minggu (2/2).
Seperti diketahui, sebelumnya beredar kabar bahwa sejumlah mitra MBG yang merupakan UMKM di berbagai daerah mundur akibat tidak dibayar. Pasalnya, dalam program MBG, pembayaran kepada mitra dilakukan dengan sistem reimburse.
Dadan juga memastikan mulai Februari 2025 para mitra yang ikut menjalankan program MBG akan diberikan uang secara langsung, bukan lagi dengan sistem reimburse. Ia menyatakan pembayaran reimburse pun sudah berjalan saat ini. “Yang mulai tangal 6 Januari sudah, yang mulai tanggal 13 Januari dalam proses,” imbuh Dadan.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani. Menurut dia, adanya mitra yang mundur akibat tidak dibayar oleh BGN merupakan isu yang tidak benar. “Saya sudah konfirmasi terkait ini. Yang ada justru mereka pada ingin cepat-cepat jadi rekanan,” kata Irma.(M-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
KETERLIBATAN pengusaha lokal untuk memaksimalkan jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus didorong dan didukung.
DIREKTUR Indonesia Political Review Iwan Setiawan mengatakan para mitra MBG harus secara konsisten menggunakan produk lokal dari UMKM untuk membuat menu MBG.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku telah mengevaluasi dan melakukan pengecekan mengenai penyaluran dana yang telah dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved