Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian yang diterbitkan World Cancer Research Fund International mengungkapkan mengonsumsi kopi, baik yang berkafein maupun tanpa kafein, dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar, terutama pada perempuan.
Penelitian yang menggunakan data dari studi prospektif berbasis Japan Public Health Center (JPHC) tersebut, menganalisis keterkaitan antara kebiasaan minum kopi dan risiko kanker. Hasil penelitiannya menunjukkan seorang yang rutin mengonsumsi tiga cangkir kopi setiap hari, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker usus besar invasif.
Diketahui, kanker invasif merupakan kondisi, dimana sel kanker tumbuh lebih dalam ke jaringan usus besar.
“Studi menunjukkan bahwa orang yang minum kopi dapat menurunkan risiko kanker usus besar,” ungkap Dr Muhammad Beg, spesialis kanker saluran pencernaan di Simmons Cancer Center.
Menurut Cancer Prevention and Research Institute of Texas (CPRIT), kanker usus besar adalah penyebab kematian akibat kanker kedua tertinggi di Texas. Setiap tahun, tercatat sekitar 10.000 kasus baru dengan 3.500 kematian akibat penyakit ini.
Hampir lima persen pria dan lebih dari 4% perempuan berisiko mengembangkan kanker usus besar sepanjang hidup mereka.
Diketahui faktanya, kanker usus besar dapat menyerang segala usia. Akan tetapi, meski lebih umum akan terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Namun, data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah pasien di bawah usia 50 tahun yang terkena penyakit ini.
Kopi mengandung zat biologis yang dapat membantu melawan kanker, khususnya kanker usus besar. Salah satu zatnya adalah asam kafeat. Zat ini dapat menekan penyebaran kanker, mengurangi peradangan, dan memicu kematian sel kanker secara alami.
Selain itu, kopi juga mengandung asam ferulat. Zat ini terbukti mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker usus besar.
Studi Japan Public Health Center (JPHC) menemukan tiga polifenol utama dalam kopi. Polifenol tersebut adalah asam dihidrofolat, asam ferulat, dan asam kafeat. Ketiganya memiliki efek anti-peradangan, menekan sel kanker, dan memicu kematian sel kanker.
Selain kanker usus besar, kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker lain, seperti kanker prostat, endometrium, kulit, dan hati.
Konsumsi kopi juga bermanfaat dalam menurunkan risiko kematian akibat penyakit vaskular seperti serangan jantung dan stroke, serta penyakit lain seperti sirosis, batu empedu, asam urat, dan diabetes tipe-2. Namun, para ahli gizi mengingatkan agar konsumsi kopi tetap sehat sebaiknya hindari penggunaan gula.
“Hindari menambahkan terlalu banyak gula dan krim yang dapat meningkatkan risiko penyakit lain,” ujar Lona Sandon, Asisten Profesor di UT Southwestern.
Selain minum kopi, ada beberapa cara lain untuk menurunkan risiko kanker usus besar. Cara tersebut meliputi:
Tak kalah penting, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan deteksi dini risiko terkena kanker usus besar dapat diminimalisir. (UT Southwestern Medical Center/World Cancer Research Fund International/America Cancer Society/Z-3)
Kabar wafatnya legenda golf Jepang Masashi Jumbo Ozaki pada 23 Desember 2025 mengejutkan dunia olahraga.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dia berharap, dirinya bisa mendorong anak muda lain untuk memeriksakan diri, meski mereka mungkin berpikir tidak ada masalah.
Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris memberi label peringatan pada bacon dan ham yang mengandung nitrit, bahan kimia penyebab kanker usus besar menurut WHO.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved