Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Scoliosis Community (ISC) berharap pemerintah bisa melakukan deteksi dini melalui screening skoliosis sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan untuk tingkat sekolah dasar dan menengah.
"Dengan deteksi dini, anak-anak bisa segera memperoleh penanganan yang tepat dan mengurangi risiko perlunya operasi pada masa depan," jelas dokter spesialis bedah ortopedi Dr dr Phedy Sp OT (K) Spine pada acara talkshow bertemakan We Love, We Care, We Share: A Scoliosis Journey Together, di Jakarta, Sabtu (11/1).
Skoliosis merupakan kondisi tulang belakang melengkung atau menyamping secara tidak normal. Kebanyakan kasus skoliosis terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas.
Meski kasus ini termasuk ringan, tetap harus diwaspadai dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau menjalani X-ray untuk mengetahui perkembangannya.
Phedy menyampaikan demi menyadarkan pentingnya memahami skoliosis, ISC melakukan berbagai hal. Salah satunya, talkshow yang kali ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kota besar di Indonesia.
Pada event offline kedua yang digelar ISC itu, dr Phedy bersama dengan ISC melakukan demonstrasi screening skoliosis, yoga khusus penderita skoliosis, serta penghargaan bagi pendukung komunitas.
Tidak hanya itu, ISC juga mengundang sekolah-sekolah untuk menyaksikan demo screening dan mendorong pihak sekolah dapat melanjutkan program screening skoliosis di sekolah masing-masing.
"Bagi ISC, event offline ini sangat penting agar masyarakat memahami pentingnya kesehatan bagi penderita atau mencegah skoliosis," ujar dr Phedy.
Selain event offline, ISC rutin mengadakan berbagai kegiatan online bagi anggota Telegram, termasuk briefing persiapan sebelum dan sesudah operasi bagi anggota yang menjalani operasi skoliosis dengan BPJS Kesehatan. "Program ini memberikan panduan serta dukungan emosional bagi mereka yang membutuhkan," katanya.
Dokter Phedy menambahkan sejak didirikan pada 5 Mei 2013, ISC berkembang menjadi komunitas besar yang aktif memberikan edukasi, informasi, dan dukungan kepada penyandang skoliosis di Indonesia.
"Kami menggelar event semacam ini guna membagikan informasi yang jelas serta benar mengenai skoliosis. Kami melakukannya untuk meminimalisasi keterlambatan deteksi melalui screening dini," ujar dr Phedy.
Event tersebut sesuai dengan visi dan misi ISC yakni melakukan edukasi terus-menerus agar deteksi skoliosis dan pengobatan dilakukan secara dini, cepat, dan tepat.
"ISC mau jadi sebuah komunitas skoliosis terbesar di Indonesia dengan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Mereka yang ingin bergabung dengan komunitas, ISC membuka tangan secara terbuka, gratis, serta mendaftar melalui akun media sosial. Anggota komunitas bakal mendapatkan edukasi hingga dukungan langsung," pungkasnya. (H-2)
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Layanan skrining ini meliputi SPOT-MAS 10 yang merupakan tes non-invasif untuk mendeteksi dini 10 jenis kanker, HPV DNA urine untuk skrining kanker serviks.
Cermata hadir sebagai solusi ilmiah untuk menjawab tantangan akses skrining mata konvensional yang masih terbatas, terutama di lingkungan sekolah dasar dan anak dengan disabilitas.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Kegiatan terdiri atas edukasi tentang menjaga kesehatan reproduksi, deteksi dini kanker payudara, dan kanker serviks yang disampaikan dengan Bahasa Indonesia dan Sunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved