Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASUK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan impian banyak siswa. Sehingga belajar keras menjadi salah satu cara agar bisa tembus PTN tujuan.
Bimbingan belajar di luar jam sekolah menjadi salah satu cara strategis untuk membimbing siswa untuk masuk PTN impian mereka.
Namun tidak semua siswa memiliki kesempatan mendapatkan jam ekstra belajar. BSI Maslahat bersama Ganesha Operation (GO) membuka program bimbingan belajar BSI Scholarship Pelajar tahun ajaran 2024/2025 yang melibatkan lebih dari 1.000 siswa dari berbagai daerah agar dapat lolos ke PTN impian mereka.
"Kami ingin membuktikan dana zakat dapat mendukung pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Dengan pendidikan, kita dapat memutus rantai kemiskinan. Program ini jadi salah satu bukti konkret bagaimana zakat mampu memberdayakan mustahik dan duafa melalui kolaborasi dengan para ahli, seperti Ganesha Operation," kata Direktur Education and Empowerment BSI Maslahat Muhammad Sobirin, Rabu (8/1).
BSI Scholarship Pelajar 2024/2025 melibatkan 1.000 lebih siswa dari 475 sekolah di 24 provinsi. Mereka telah melewati seleksi administrasi pada 6-14 Desember 2024 dan seleksi akademik pada 15-16 Desember 2024.
Siswa yang lolos mengikuti bimbingan belajar tatap muka dan daring melalui Zoom mulai 6 Januari 2025 dan akan dibimbing hingga sehari sebelum Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 yakni pada 2 Mei 2025.
"BSI hadir bukan hanya sebagai sahabat finansial, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan spiritual. Ketika siswa berhasil lolos PTN melalui bimbingan GO, kami yakin peluang mereka untuk sukses semakin besar. Kesuksesan tersebut akan membuka pintu bagi mereka untuk keluar dari lingkaran kemiskinan," tambah Sobirin.
Direktur Utama GO, Prof Bob Foster menekankan ketatnya persaingan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Tahun 2024 lalu, jumlah siswa kelas 12 yang gagal Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mencapai 3.811.890 orang (92%), dan yang berhasil hanya 349.689 siswa (8%).
"Persaingan ini menunjukkan betapa pentingnya strategi yang tepat. Di sini, kami memiliki metode khusus yang terbukti meluluskan lebih dari 50 ribu siswa ke PTN dan perguruan tinggi kedinasan," kata Bob.
"Latihan soal yang relevan adalah kunci. Sering kali siswa kami merasa soal-soal UTBK amat mirip dengan yang mereka kerjakan di TOBK (try out berbasis komputer), karena kami memberi soal-soal sesuai karakteristik ujian sebenarnya. Metode kami yaitu konsep The King, yang memungkinkan siswa mengerjakan soal dengan mudah, cepat, dan akurat," jelas Bob.
Tidak hanya siswa, dia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
"Orangtua perlu memfasilitasi, mendampingi, serta terus memotivasi anak-anak agar mereka siap menghadapi SNPMB," pungkasnya. (H-2)
YBM Brilian menggelar Bright National Summit (BNS) 2025 yakni ajang orientasi dan pembekalan bagi 300 awardee Bright Scholarship Batch 11 dari 25 perguruan tinggi negeri
BINUS SCHOOL Bekasi sukses cetak lulusan berprestasi dengan lebih dari dua pertiga siswa diterima di PTN ternama seperti UI, UGM, dan ITB. Pendidikan inovatif dan karakter unggul jadi kunci.
Kemdiktisaintek menyatakan seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) sudah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).
Program SMMPTN-Barat yang pada tahun ini memasuki tahun sembilan menyiapkan kuota 993 prodi dari 28 PTN dengan jumlah 17.909 kursi calon mahasiswa.
Seleksi masuk PTN jalur mandiri itu menggandeng 28 PTN terdiri dari PTN umum, PTN seni, dan PTN agama, yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa yang kembali akan diberlakukan di SMA bertujuan untuk menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademi
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved