Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Nusa Mandiri (UNM) tak hanya meraih prestasi dalam bidang akademik dan kerja sama industri, tetapi juga mencatatkan rekor dalam berbagai program unggulan lainnya.
Salah satu pencapaian terbaru adalah keberhasilan UNM mengirimkan 592 mahasiswa ke berbagai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) seperti magang di Kementerian ATR/BPN, MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat), dan Kampus Mengajar.
Rektor UNM Prof Dwiza Riana mengatakan program MBKM ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman bekerja di berbagai lembaga pemerintahan, perusahaan, serta lembaga pendidikan, yang sangat mendukung mereka dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja.
Mahasiswa yang terlibat program ini juga tidak hanya memperoleh keterampilan praktis tetapi juga memperluas jaringan profesional.
“Program MBKM ini memberikan mahasiswa kesempatan belajar langsung dari pengalaman di lapangan, yang tentunya akan mempersiapkan mereka untuk sukses di dunia kerja,” ujar Dwiza, di Jakarta, Sabtu (28/12).
Ia menambahkan kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN dan program Kampus Mengajar memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi pada pembangunan masyarakat.
Selain itu, UNM juga terus menggelar konferensi internasional ICITRI (International Conference on Information Technology and Research Innovation) yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Konferensi ini mempertemukan para peneliti, dosen, dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan dan temuan terbaru di bidang teknologi informasi dan inovasi.
"Keberhasilan ICITRI memperkuat posisi UNM sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga riset dan pengembangan inovasi di tingkat global," ungkapnya.
Dengan berbagai prestasi itu, lanjut dia, UNM semakin memperkuat reputasi sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan diri mahasiswa secara komprehensif serta mempersiapkan mereka berkompetisi dan berinovasi di dunia yang terus berubah. (H-2)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved