Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LUPUS eritematosus, atau yang lebih dikenal dengan systemic lupus erythematosus (SLE), adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada berbagai bagian tubuh.
Penyakit ini seringkali memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, dan gejala lupus dapat bervariasi, sering melibatkan kulit, sendi, ginjal, dan organ lainnya, serta berubah dari waktu ke waktu.
Penyakit lupus lebih sering ditemukan pada individu dengan karakteristik tertentu, seperti perempuan, terutama yang berusia antara 15 - 45 tahun.
Selain itu, ras juga dapat memengaruhi prevalensi lupus, dengan kelompok yang lebih rentan termasuk Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia. Serta faktor genetik, di mana individu yang memiliki orang tua dengan riwayat lupus memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit ini.
Gejala awal lupus dapat bervariasi antar individu, namun beberapa gejala utama dan tambahan yang umum meliputi:
Ruam berbentuk sayap kupu-kupu yang muncul di pipi dan jembatan hidung, sering kali memerah, gatal, atau terasa panas, dan diperburuk oleh paparan sinar matahari. Ruam juga bisa muncul di leher, tangan, dan lengan.
Terjadi ketika lupus menyerang paru-paru, menyebabkan peradangan pada selaput paru atau pembuluh darah paru, yang mengurangi kemampuan paru-paru untuk menyediakan oksigen.
Bisa disebabkan peradangan pada jantung atau selaput jantung (perikarditis) atau pleuritis (peradangan pada selaput paru), dan sering terasa tajam, terutama saat bernapas dalam-dalam.
Umumnya terjadi pada sendi kecil, seperti tangan dan pergelangan tangan, dan mirip dengan gejala artritis.
Rasa lelah yang tidak hilang meskipun telah cukup tidur atau beristirahat, disebabkan oleh respon peradangan saat sel-sel kekebalan tubuh menyerang sel sehat.
Penderita lupus sering mengalami fotosensitivitas, yang dapat memicu keluhan seperti ruam, demam, dan nyeri sendi akibat paparan matahari.
Ini dikenal sebagai Raynaud's phenomenon, di mana pembuluh darah menyempit saat terkena dingin atau stres, menyebabkan jari menjadi membiru atau pucat.
Lupus dapat memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan sakit kepala, kebingungan, gangguan memori, atau perubahan perilaku akibat peradangan pada otak.
Gejala-gejala ini bisa datang dan pergi dalam bentuk flare (perburukan) dan remisi (penurunan gejala). Oleh karena itu, penting bagi penderita lupus untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan melakukan pemantauan kondisi secara berkala dengan dokter. (rspondokindah/kemkes/alodokter/Z-3)
Penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi, justru keliru menyerang sel dan jaringan sehat dalam tubuh.
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.
Kortikosteroid, yang termasuk dalam kategori obat steroid, merupakan pengobatan penting untuk berbagai penyakit inflamasi dan autoimun.
Risiko arhtitis teumatoid meningkat seiring bertambahnya usia, dan pada perempuan berusia di atas 55 tahun prevalensinya bisa mencapai 5%.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit autoimun menjadi hal yang krusial, mengingat kasusnya terus bertambah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved