Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, meletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu.
"Dengan mengucap Bismillah, semoga pembangunan kampung nelayan korban rob di Eretan Kulon Indramayu ini berjalan lancar," ucap Wamensos Agus Jabo ketika meletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera, Indramayu, Kamis (5/12) didampingi oleh Sekretaris Daerah Indramayu, Aep Surahman dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati.
Dijelaskan Agus Jabo, dirinya mewakili Menteri Sosial untuk peletakan batu pertama di lokasi pemindahan warga Eretan Kulon Indramayu yang terkena banjir rob. Dengan dilakukannya peletakan batu pertama oleh Wamensos maka menandai di mulainya pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu tersebut dan ditargetkan Januari 2025 sudah dapat diselesaikan.
Kementerian Sosial mengembangkan program Kampung Nelayan Sejahtera di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pada program tersebut, sebanyak 93 kepala keluarga atau 259 jiwa yang terdampak parah akibat banjir rob dilakukan relokasi ke lokasi baru yang nantinya akan dibangun menjadi Kampung Nelayan Sejahtera. Di atas lahan seluas 1,6 hektar tersebut, setiap KPM akan dibangunkan rumah bertipe 36 dengan luas tanah 60 meter persegi.
Di Kampung Nelayan Sejahtera tersebut juga akan dibangun fasilitas umum seperti community center, sarana ibadah, taman ramah anak dan lansia, sentra kerajinan dan UMKM, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau. “Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu bukan hanya berkaitan pembangunan fisik saja, melainkan juga terdapat unsur pemberdayaan yang dilakukan Kemensos agar masyarakat dapat berdaya dan mandiri.” Tutur Agus.
Pada momen tersebut, Agus Jabo turut menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu kepada empat orang penerima manfaat. Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Habitat for Humanity Indonesia. Total bantuan untuk pembangunan kampung sejahtera itu sebesar Rp16,1 miliar.
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati mengatakan program Kampung Nelayan Sejahtera turut berupaya memberdayakan masyarakat. "Bukan hanya rumah dan fasilitas tetapi untuk mendukung kemandirian ekonomi, kami memberikan pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran," kata Mira.
Menurutnya, saat ini masyarakat yang akan direlokasi telah dilatih pemberdayaan pengolahan ikan seperti kerupuk ikan, bakso, dimsum, hingga usaha bengkel las. "Jadi pemberdayaan ini dilakukan setelah melalui asesmen berkaitan peminatan warga agar tepat sasaran. Kami harap pemberdayaan ini dapat berkelanjutan dan mampu menyangga ekonomi masyarakat," tutur Mira. (H-2)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved