Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELANGI adalah fenomena alam yang terjadi ketika cahaya matahari dibiaskan, dipantulkan, dan terurai oleh tetesan air di atmosfer, menghasilkan spektrum warna yang terlihat.
Pelangi sering muncul setelah hujan, ketika sinar matahari menembus tetesan air di udara. Proses fisik ini menyebabkan cahaya putih matahari terpecah menjadi berbagai warna, yang membentuk urutan yang dikenal sebagai spektrum pelangi.
Pelangi biasanya hanya dapat terlihat dari sudut tertentu, yaitu ketika posisi pengamat berada dengan cahaya matahari di belakang dan tetesan air di depan mereka.
Fenomena ini sering dianggap sebagai simbol keindahan alam dan juga menjadi subjek dalam banyak mitos dan cerita budaya.
Pelangi terbentuk ketika sinar matahari mengenai tetesan air yang ada di udara, seperti setelah hujan. Tetesan air tersebut dapat berupa butiran hujan, kabut, atau embun.
Ketika cahaya matahari memasuki tetesan air, cahaya tersebut dibelokkan atau dibiaskan. Proses pembiasan ini terjadi karena cahaya bergerak melalui media dengan kerapatan yang berbeda, yaitu dari udara (lebih jarang) ke dalam air (lebih padat).
Ketika cahaya memasuki tetesan air, kecepatan cahaya berubah. Cahaya bergerak lebih lambat di dalam air dibandingkan di udara, sehingga menyebabkan cahaya tersebut membelok atau membengkok.
Cahaya putih matahari terdiri dari berbagai warna dengan panjang gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang (warna) memiliki tingkat pembiasan yang berbeda, yaitu warna merah akan dibiaskan lebih sedikit dibandingkan dengan warna biru yang dibiaskan lebih banyak. Proses ini menyebabkan cahaya terurai menjadi berbagai warna.
Setelah cahaya dibiaskan ke dalam tetesan air, cahaya tersebut memantul di dalam tetesan air. Pantulan ini terjadi beberapa kali di dalam tetesan, tergantung pada ukuran tetesan air dan sudut masuk cahaya.
Setelah cahaya memantul di dalam tetesan air, cahaya tersebut kemudian dibiaskan kembali saat keluar dari tetesan. Proses pembiasan kembali ini menyebabkan pembagian cahaya lebih lanjut dan menghasilkan spektrum warna yang terpisah.
Proses pembiasan dan pemantulan menghasilkan pembagian warna yang jelas, dari merah di luar hingga ungu di dalam, yang dikenal sebagai spektrum warna pelangi. Warna-warna ini tampak dalam urutan tertentu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Pelangi hanya bisa dilihat dari sudut tertentu. Anda harus berada di posisi yang tepat dengan cahaya matahari di belakang Anda dan tetesan air di depan untuk dapat melihat pelangi. Biasanya pelangi muncul saat hujan reda dengan sinar matahari yang muncul kembali.
Secara keseluruhan, pelangi adalah hasil dari proses fisika yang melibatkan pembiasan, pemantulan, dan dispersinya cahaya, yang memungkinkan kita melihat berbagai warna yang membentuk pelangi. (Z-12)
Ajang berskala internasional ini akan digelar pada 17–19 Oktober 2025 mendatang di Kabupaten Samosir, dengan enam kategori lomba: 5K, 10K, 28K, 60K, dan 100K.
Telusuri filosofi bunga: makna mendalam, simbolisme budaya, dan pesan tersembunyi di balik keindahan alam.
Melodi dalam album "Suara Alam Nusantara" bukan sekadar musik, melainkan suara autentik dari hutan, laut, dan kehidupan liar Nusantara.
Slogan Alam Inspiratif, Ajakan Jaga Bumi. Lestarikan bumi, sumber inspirasi abadi! Temukan slogan alam inspiratif & aksi nyata menjaga keindahan planet kita.
Telusuri legenda Danau Toba yang memukau! Kisah cinta, kutukan, dan keindahan alam Sumatera Utara yang abadi.
PESONA keindahan alam Swiss mulai dari pegunungan megah, pedesaan yang indah, kota yang penuh sejarah, hingga danau yang memesona tergambar pada sejumlah scarf terbaru Buttonscarves
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim ilmuwan di Swedia berhasil menangkap fenomena langka aurora biru di ketinggian 200 kilometer, lebih tinggi dari prediksi model ilmiah.
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Rabu, 5 November pukul 19:19 WIB, menandai supermoon kedua dari tiga supermoon berturut-turut yang akan menutup tahun 2025.
Riset ilmuwan ungkap bagaimana kegelapan sesaat mampu mengubah ritme biologis burung secara dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved