Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi akibat potensi cuaca ekstrem di akhir tahun 2024, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersiapkan daerah untuk melakukan langkah antisipatif. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
“Kami datang ke setiap provinsi, lalu bersama seluruh kabupaten/kota di provinsi itu melakukan rapat kesiapsiagaan bersama seluruh forkompimda provinsi, kabupaten/kota,” kata Abdul saat dihubungi, Minggu (1/12).
Salah satunya yang sudah dilakukan ialah rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi basah di Bandung beberapa waktu lalu untuk melakukan persiapan jelang pelaksanaan libur natal 2024 dan tahun baru 2025 di wilayah Jawa Barat.
Dalam rakor tersebut, Abdul menyatakan bahwa Kepala BNPB menyampaikan empat strategi untuk menangani banjir di wilayah Bandung. Pertama, para pemangku kebijakan daerah yang memiliki historis kejadian bencana tinggi menetapkan status siaga darurat sesuai dengan prediksi hujan tinggi dari BMKG.
Kedua yakni dengan melakukan apel kesiapsiagaan untuk pengecekan personel serta logistik dan peralatan yang dimiliki. Lebih lanjut, ketiga dengan melakukan langkah kesiapsiagaan sesuai rencana kontijensi dan rencana operasi. Terakhir, untuk daerah yang sudah mengalami bencana untuk segera menetapkan status tanggap darurat.
Abdul melanjutkan, ada sejumlah wilayah yang juga menjadi prioritas, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatra Utara Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
“Rapat kesiapsiagaan bersama provinsi juga untuk mendistribusikan dukungan logistik dan dana siap pakai agar daerah memiliki sumber daya menghadapi potensi kedaruratan,” pungkas Abdul.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2024 dan tahun baru 2025.
Kondisi tersebut, kata dia, dipicu oleh sejumlah faktor. Diantaranya, fenomena La Nina yang mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20-40 persen. Fenomena ini akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya April 2025.
Selain itu, tambah Dwikorita, terdapat pula dinamika atmosfer lain yang diprediksikan pada periode Nataru aktif bersamaan, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia yang juga berpotensi menambah intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
"Untuk itu, kami mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru 2024/2025," ungkap Dwikorita.(H-2)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
BMKG menyatakan, dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem tercatat di sejumlah wilayah.
BNPB laporkan perkembangan terbaru terkait situasi bencana di Indonesia. Sejumlah daerah masih menghadapi dampak bencana yang signifikan, terutama akibat banjir dan cuaca ekstrem.
Tercatat sepanjang 2024, tercatat ada 1.389 bencana hidrometeorologi di Jabar.
Topografi daerah Jawa bagian selatan dengan kombinasi antara pesisir dan pegunungan, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
Wilayah yang diguyur hujan tersebut yakni Kabupaten Kupang, Ngada, Manggarai Timur, Ende, sebagian Manggarai Barat, Manggarai dan Sumba Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved