Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Ministry of Natural Resources (MNR) Tiongkok mengadakan Forum Kerja Sama Maritim Tiongkok dengan Negara-Negara Asia Tenggara ke-8. Forum ini bertujuan mempererat hubungan maritim antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara, menghadirkan berbagai pakar maritim internasional, termasuk Vladimir Ryabinin, mantan Sekretaris Eksekutif Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO.
Ryabinin dalam pemaparannya menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi lautan akibat perubahan iklim dan kerusakan ekosistem laut. Ia menyoroti pentingnya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 14 yang berfokus pada konservasi kehidupan bawah laut. Menurutnya, dengan laut mencakup 71% permukaan bumi, perannya sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
“SDG 14 memiliki sepuluh target ambisius untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Namun, tantangan utama adalah bagaimana mewujudkannya di tengah kerusakan laut yang semakin parah akibat perubahan iklim,” ujar Ryabinin.
Ia menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim, seperti peningkatan suhu laut, kerusakan terumbu karang, dan penurunan biodiversitas, semakin memprihatinkan. Fenomena El Niño dan pemanasan global turut memperburuk situasi dengan meningkatkan frekuensi bencana alam seperti tsunami dan siklon tropis.
Meski menghadapi banyak tantangan, Ryabinin juga menyoroti solusi global yang mulai diupayakan, seperti komitmen dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati untuk melindungi 30% area laut dunia pada 2030. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas kebijakan tersebut membutuhkan koordinasi antarnegara yang lebih baik.
“Banyak protokol internasional tentang laut, tetapi koordinasi antarnegara masih lemah. Kita perlu integrasi yang lebih baik,” tambahnya.
Ryabinin juga menyoroti pentingnya riset ilmiah untuk memahami perubahan kondisi laut. Ia mencatat bahwa pendanaan untuk riset laut masih sangat terbatas, dengan hanya 1,7% dari anggaran penelitian global yang dialokasikan untuk sains laut.
“Kita butuh lebih banyak data dan observasi untuk mengambil langkah yang efektif,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Ryabinin mengusulkan integrasi sistem pengelolaan laut di tingkat global dan peningkatan kapasitas riset serta pemodelan ilmiah. Menurutnya, hal ini penting untuk merespons perubahan di lautan lebih cepat sekaligus mengurangi risiko akibat polusi, eksploitasi berlebihan, dan perubahan iklim.
Ia menutup dengan ajakan untuk meningkatkan kolaborasi antara negara, sektor swasta, dan peneliti. “Kerja sama internasional dan keterlibatan sektor swasta dalam riset serta pengelolaan sumber daya laut adalah kunci untuk melindungi lingkungan laut bagi generasi mendatang,” ujar Ryabinin. (Z-9)
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Kerentanan di perairan Raja Ampat salah satunya karena ketidakakuratan peta navigasi elektronik global (ENC) yang sering gagal memotret profil terumbu karang yang dinamis.
Peneliti mengungkap fenomena unik di Pulau Prince of Wales, Alaska, di mana serigala darat beradaptasi menjadi pemburu laut. Simak risiko merkuri yang mengancam!
Forum ini mempertemukan pengambil kebijakan, pelaku industri, ilmuwan, dan inovator untuk mencari solusi nyata - bukan sekadar wacana.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved