Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan sering kali membawa berbagai tantangan kesehatan, salah satunya risiko penyakit pneumonia. Meskipun gejalanya mirip dengan flu biasa, pneumonia dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Penyakit ini menyerang paru-paru, menyebabkan peradangan pada alveolus, yang dapat menyebabkan organ pernapasan menjadi bengkak dan berisi cairan. Ini adalah kondisi serius yang dapat disebabkan virus, bakteri, maupun jamur, dan menyebar dengan mudah di lingkungan yang lembap dan basah suasana yang sering terjadi saat musim hujan.
Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus seperti rhinovirus, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus; bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae; serta jamur seperti Pneumocystis jirovecii.
Meskipun tidak disebabkan kehujanan langsung, cuaca basah dan lembab menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri dan virus yang memicu pneumonia. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara, terutama saat seseorang batuk atau bersin, atau melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi.
Beberapa kelompok orang lebih berisiko tinggi terkena pneumonia, terutama pada musim hujan. Mereka yang berisiko tinggi termasuk bayi di bawah usia 2 tahun, lansia di atas 65 tahun, perokok, dan orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, waspadai gejala-gejala pneumonia, yang sering kali mirip dengan flu biasa namun lebih serius.
Gejala pneumonia bisa berkembang dengan cepat dan sangat bervariasi, bergantung pada penyebab infeksi dan usia penderita. Beberapa gejala yang umum meliputi:
Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, pneumonia bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, seperti abses paru, empyema (penumpukan nanah dalam rongga paru-paru), gagal napas, atau bahkan gagal ginjal.
Pencegahan pneumonia sangat penting, terutama di musim hujan yang meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik dapat mengurangi risiko penularan berbagai penyakit, termasuk pneumonia. Hindari menyentuh wajah dan mata dengan tangan yang belum dicuci.
Merokok merusak paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi paru-paru, termasuk pneumonia. Berhenti merokok dapat membantu paru-paru menjadi lebih kuat dan lebih mampu melawan infeksi.
Berlebihan Alkohol berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi, dan memperburuk komplikasi pneumonia. Batasi konsumsi alkohol untuk menjaga tubuh tetap kuat melawan infeksi.
Pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengelola stres, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi. Pola hidup sehat juga membantu mencegah kondisi medis lain yang dapat meningkatkan risiko pneumonia.
Salah satu langkah penting dalam pencegahan pneumonia adalah vaksinasi. Ada dua jenis vaksin yang dapat melindungi seseorang dari infeksi pneumonia yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae, yaitu vaksin PCV13 dan PPSV23.
Vaksin ini direkomendasikan untuk beberapa kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak di bawah 2 tahun, lansia di atas 65 tahun, serta individu dengan penyakit kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.
Selain vaksin pneumokokus, ada juga vaksin yang melindungi terhadap penyakit lain yang dapat memicu pneumonia, seperti vaksin pertusis (batuk rejan), vaksin covid-19, dan vaksin campak. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jenis vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda. (Medi-Call/Ciputra Hospital/Z-3)
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan, tetapi pada kasus tertentu bisa sebabkan pneumonia.
AKTOR sekaligus produser Hollywood Leonardo DiCaprio, 51, mengungkapkan dirinya mengidap pneumonia dan berjuang dalam upaya penyembuhan total.
Leonardo DiCaprio mengungkap sedang pulih dari pneumonia. Ia mengingatkan siapa pun dapat terkena infeksi serius ini.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
Jimmy Cliff, seorang musisi dari Jamaika yang berkontribusi signifikan dalam memperkenalkan musik reggae ke dunia, telah berpulang di usia 81 tahun.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved