Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti tampil membacakan puisi pada acara 'Pak Menteri Abdul Mu'ti Ngariung Ngobrol dengan Pegiat dan Tokoh Bahasa, Sastra, dan Literasi' yang digelar di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (8/11) malam.
Di akhir pembacaan puisi itu, Mendiknas Abdul Mu'ti menyampaikan idenya untuk meletakkan rak-rak buku baca di tempat-tempat umum.
''Ini sejalan dengan gagasan. Insya Allah nanti pada bulan Desember, setelah November, Desember, setelah Desember, Januari. Kemarin ada September Ceria, November Rain, Desember Kelabu, Itulah judul-judul lagi. Dan Januari 2025, akan ada rak-rak buku di stasiun, ruang tunggu kereta,'' kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti disambut gelak tawa hadirin pada acara itu.
Mendiknas Abdul Mu'ti mengatakan hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat baca terutama pada sastra Indonesia.
Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz, mengatakan kegiatan ini akan dilakukan jika anggaran yang mencukupi agar orang-orang bisa menikmati buku.
''Intinya adalah ke depan, bila dukungan anggaran mencukupi, ada rencana untuk menyimpan rak-rak buku di tempat-tempat keramaian yang memungkinkan orang-orang bisa menikmati membaca buku,'' jelas Aminudin.
Menurut Aminudin, pihaknya mungkin akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan isi raknya dari beragam buku. ''Rencananya akan bekerja sama juga dengan kementerian/lembaga lain yg mengampu masalah literasi supaya menjadi gerakan bersama. Jadi, ada rak buku dengan buku yg beragam, baik utk bacaan anak maupun remaja/dewasa dengan kualitas buku/isinya yang bagus,'' tambah Aminudin.
Sebelumnya di tempat yang sama, sekitar 180 pegiat dan tokoh Bahasa, sastra, dan literasi, diundang oleh Badan Bahasa untuk mengobrol santai dengan Mendikdasmen Abul Mu'ti. Obrolan ini untuk menampung keluh dan kesah para toko ini terutama terkait sastra Indonesia.
Menurut salah satu peserta, warga Indonesia sebenarnya tidak memiliki minat baca yang rendah, tetapi bahan-bahan literasi bacaan di dalam negeri yang kurang. Sehingga, menurutnya, warga Indonesia bingung mau baca apa. Padahal, penulis di negeri ini sangat banyak. (S-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved