Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA merupakan salah satu negara yang terletak di cincin api Pasifik (Ring of Fire), yang menjadikannya rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, termasuk gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.
Salah satu ancaman bencana yang paling serius adalah tsunami yang disebabkan gangguan mendadak di dasar laut, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, atau longsoran bawah laut.
Gelombang tsunami dapat bergerak sangat cepat di lautan terbuka dan meningkat menjadi gelombang yang sangat besar saat mencapai daratan. Tsunami dapat menyebabkan kerusakan parah di wilayah pesisir karena kekuatan dan tingginya gelombang yang menghantam daratan, aliran serta balik udara ke laut yang sangat kuat.
Tsunami berbeda dari gelombang biasa, karena panjang gelombangnya lebih besar dan energinya jauh lebih kuat. Saat tsunami mendekati pantai, kecepatannya menurun, tetapi ketinggian gelombangnya bertambah, menciptakan ancaman yang dapat menyebabkan banjir dan kehancuran besar di wilayah pesisir.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Indonesia rawan tsunami, persiapan yang baik menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Salah satu bentuk persiapan yang penting adalah menyiapkan tas darurat tsunami.
Melansir dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, tas darurat tsunami merupakan tas yang sengaja dipersiapkan untuk mengisi barang-barang kebutuhan rumah tangga penting jika menghadapi keadaan darurat, seperti tsunami.
Tas ini bisa menjadi antisipasi ketika bencana tsunami terjadi. Dengan adanya tas ini, kita hanya perlu membawa tas saja dan tidak perlu panik lagi mengumpulkan barang-barang penting. Umumnya, tas darurat tsunami yang digunakan harus terbuat dari bahan anti air dan cukup kuat menahan beban yang akan dibawa.
Lantas, barang-barang apa saja yang harus diisi dalam tas darurat tsunami tersebut? Berikut penjelasannya.
Tas darurat tsunami harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi atau keluarga dan kondisi lingkungan. Namun, ada beberapa item yang umumnya dianggap penting dan harus ada di dalamnya, seperti berikut:
Simpan makanan siap saji yang tahan lama, seperti makanan kaleng, makanan kering, dan camilan. Kemudian, persiapkan air bersih yang cukup untuk setidaknya tiga hari.
Siapkan peralatan dasar seperti perban, plester, antiseptik, gunting, dan obat-obatan umum, termasuk obat-obatan khusus yang diperlukan anggota keluarga, seperti obat resep, obat alergi, atau obat penyakit kronis.
Bawa pakaian cadangan, termasuk pakaian hangat, jaket, dan mantel hujan. Selain itu, sediakan sarung tangan, topi, kacamata hitam, dan masker debu untuk melindungi tubuh dari potensi bahaya.
Siapkan sumber cahaya portabel, seperti senter, lampu kepala, atau lilin cadangan dengan korek api.
Pastikan untuk menyertakan radio bertenaga baterai atau radio hand-held yang dapat digunakan untuk menerima informasi penting dari pihak berwenang.
Simpan salinan dokumen penting seperti identitas, paspor, kartu keluarga, ijazah, akta lahir, dan catatan medis dalam wadah kedap air atau dalam bentuk digital yang aman.
Membawa uang tunai saat bencana adalah langkah penting untuk memastikan ketersediaan dana dalam situasi darurat. Hal ini dikarenakan mesin ATM atau mesin pembayaran mungkin rusak atau tidak tersedia di area yang terdampak. Dengan uang tunai, kita tetap bisa membeli kebutuhan pokok.
Benda-benda seperti pisau multi-fungsi, tali, kompas, alat pemotong kaca darurat, dan pakaian tahan api dapat berguna dalam situasi darurat tertentu.
Untuk menjaga tas darurat tsunami tetap siap dan efektif, diperlukan pemeriksaan ulang setidaknya setiap minimal setiap 3 bulan. Misalnya mengganti makanan dan air yang sudah kadaluarsa, periksa obat-obatan yang sudah habis masa berlakunya, dan pastikan bahwa peralatan seperti baterai, senter, atau radio masih berfungsi dengan baik.
Selain itu, periksalah juga kondisi fisik tas itu sendiri, pastikan tidak ada kerusakan yang signifikan yang dapat mempengaruhi keberfungsian tas.
Namun, ada beberapa momen penting lainnya di mana pemeriksaan juga disarankan:
Jika terjadi bencana, lakukan pemeriksaan untuk memastikan semua barang yang diperlukan sudah siap dan dalam kondisi baik.
Ubah isi tas sesuai dengan kebutuhan musim (misalnya, menambahkan perlengkapan musim dingin atau musim hujan).
Jika ada penambahan anggota keluarga atau jika anak-anak tumbuh, pastikan isi tas sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan melakukan pemeriksaan pada momen-momen tersebut, itu dapat memastikan tugas tas darurat tsunami tetap relevan dan siap digunakan kapan saja. (Z-3)
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Pantai Selatan Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Sabtu (27/12).
Peneliti mendeteksi sinyal seismik aneh akibat proses beku-cair batuan di Alaska. Penemuan ini menjadi kunci peringatan dini potensi tsunami dahsyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved