Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol menegaskan bahwa pihaknya akan mempercepat untuk mengakhiri impor sampah ke Indonesia maksimal pada 2025. Menurut dia, hal itu dilakukan agar timbulan sampah di Indnesia dapat dikendalikan.
“Jadi kita lihat hampir semuanya impor sampahnya ini. Tentunya ada evaluasi kami, ini secara saya tetap harus kita akhirin. Tidak kemudian karena masyarakat ini kemudian kita tidak bisa negakkan peraturan, kita akan lakukan step-step untuk melaksanakan ini,” kata Hanif saat kunjungan kerja di tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Putri, Jawa Barat, Senin (4/11).
Menurut dia, saat ini Indonesia memiliki kebutuhan nasional akan bahan baku kertas daur ulang sebanyak 14 juta ton per tahun. Sementara itu, sebanyak 7 juta dipenuhi dari hutan tanaman, lalu 3,5 juta ton diperoleh dari daur ulang dalam negeri dan sebanyak 3,5 juta ton lainnya masih dipenuhi dari impor.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan membatasi impor sampah hingga 0%. Menurut dia, impor sampah ke Indonesia saat ini sudah tidak dapat diterima. Pasalnya, timbulan sampah di Indonesia sudah banyak dan seharusnya Indonesia bisa mengelola sampahnya sendiri menjadi bahan baku.
“Pak Presiden Prabowo juga pertama minta kita menghentikan impor sampah plastik. Kemudian mengatur kembali rekomendasi-rekomendasi impor kertas untuk di daur ulang. Termasuk ini, ini ketaatan terhadap penaatan pemberian izin tentu berkonsekuensi terkait dengan rekomendasi yang izin yang kami berikan atau rekomendasi yang kami berikan,” pungkas dia. (S-1)
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kongsor.
Musibah ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang masih dipraktikkan di TPST Bantar Gebang.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Kebersihan kawasan pesisir di Pulau Dewata dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Indonesia di mata dunia.
Plt Bupati Bekasi geram dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.
Pemerintah perlu melihat apakah Indonesia memiliki kebutuhan bahan baku plastik dan kertas yang cukup dari dalam negeri untuk menghentikan impor sampah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved