Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Sajogyo Institute Eko Cahyono mengatakan konsep konservasi tidak selalu berwajah tunggal karena konservasi bisa menjadi alat baru untuk merusak alam.
Ia menjelaskan konsep konservasi bisa dibagi menjadi 3 antara lain konservasi sebagai ilmu, etika hidup, dan politik kebijakan.
"Sebagai ilmu konservasi itu ternyata praktik yang didominasi paradigma yang biosentrik dimana alam sebagai panglima. Konservasi klasik berkonsultasi memang lebih banyak pada perlindungan pelestarian dan pengawetan sehingga manusia sebagai ancaman," kata Eko dalam diskusi secara daring, Sabtu (19/10).
Sehingga doktrin utamanya adalah pelestarian untuk pelestarian saja dan orientasi utamanya lebih pada perlindungan dan spesies flora dan fauna dan alasannya selalu pada level atau pada argumen kelangkaan dan kepunahan.
"Konservasi juga dipahami sebagai etika hidup. Bahkan banyak universitas menganggap konservasi sebagai praktik hidup yang selaras dengan alam, keseimbangan, saling hormat, kepedulian, kasih sayang, memberi, solidaritas, dan mempraktikkan unsur konservasi dalam etika hidup," ujarnya.
Namun konservasi juga punya wajah lain sebagai praktekkan sebagai politik kebijakan.
"Ternyata konservasi bisa menjadi alat baru untuk perusak alam. Konservasi juga sebagai eksklusif ekonomi kapitalisme dan juga dalam sisi lain praktek-praktek atas nama konservasi ternyata wujudnya jadi topeng untuk pembangunan," ungkap Eko.
Untuk menunjukkan bahwa ketika menyebut konservasi sebenarnya tidak pernah berwajah tunggal melekat di dalamnya kepentingan ekonomi dan politik.
"Memang ada bukti-bukti atas nama konservasi menyebabkan eksklusi atas hak masyarakat di sekitarnya sehingga politik kebijakan konservasi nasional justru melahirkan green grabbing atau perampasan ruang hidup rakyat," jelas Eko.
"Atau ada politik konflik yang tidak mau tahu atau mengabaikan konservasi dari bahwa yang itu diproduksi dan dikelola dihayati oleh masyarakat lokal tetapi belum diakui dan belum kita visibilitaskan secara masif," pungkasnya. (H-2)
Pembangunan di kawasan Puncak bukan sekadar soal investasi, tetapi tentang melindungi ekosistem strategis, menjaga identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Temukan contoh limbah keras organik! Pelajari cara pengelolaan sampah efektif dan ramah lingkungan untuk bumi yang lestari.
Limbah keras organik: Panduan pengelolaan sampah bijak, daur ulang kreatif, dan solusi ramah lingkungan untuk bumi lestari.
1.000 pohon mangrove yang disiapkan oleh PT Position ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, serta meminimalisasi risiko bencana.
17 komunitas pelestarian lingkungan di Indonesia menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Eco Enzyme Indonesia Bersatu (EEIB) ke-4 di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Kecamatan Legok.
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Lima sekolah penerima penghargaan ini dinilai konsisten menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan di sekolah masing-masing.
Program Bulog Hijau dilaksanakan sejalan dengan Pilar Pembangunan Lingkungan, khususnya mendukung TPB 15 (Ekosistem Daratan).
Hotel Golden Tulip Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon yang digelar di SMPN 10 Pontianak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved