Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 17 komunitas pelestarian lingkungan di Indonesia menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Eco Enzyme Indonesia Bersatu (EEIB) ke-4 di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (4/1).
Dalam kegiatan tersebut, para komunitas berkomitmen untuk bersatu padu menjaga pelestarian lingkungan dalam jangka pendek hingga jangka panjang.
Menurut Ketua Pelaksana Silaturahmi EEIB, Sugeng Waluyo, bencana yang menimpa Sumatra dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia dapat membuka mata betapa pentingnya menjaga pelestarian lingkungan, baik oleh pemangku kepentingan maupun masyarakat umum.
“Dalam suasana seperti ini, kita harus mempererat silaturahmi, menyatukan diri, menempatkan perbedaan yang ada bukan untuk bercerai-berai, tetapi menjadikan keanekaragaman tersebut untuk memperkokoh persatuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Sugeng.
Salah satunya, lanjut dia, dengan meningkatkan kepedulian dalam melestarikan lingkungan dan membentuk program-program kegiatan riil di masa mendatang, baik jangka pendek tahun 2026 maupun jangka panjang.
“Kontribusi kita sangat memegang peranan penting bagi pelestarian lingkungan, terutama dalam sektor mengurangi emisi gas rumah kaca,” tandasnya.
Seperti yang terjadi pada tahun 2024 lalu, timbunan sampah di seluruh Indonesia mencapai 55 juta ton. Dari timbulan sampah sebesar itu, bagian terbesar yaitu 39% atau 13,7 juta ton merupakan sampah sisa makanan.
“Ya, kalau dilihat dari sumbernya, sebagian besar tumpukan sampah kita, 44% atau 15,4 juta ton, berasal dari rumah tangga,” paparnya.
Apabila jumlah tersebut dibuang ke TPA dengan sistem landfill, akan menghasilkan 6,9 juta ton CO2 equivalent. Namun, jika diolah menjadi kompos dan eco enzyme, hanya akan menghasilkan 0,3 ton CO2e.
“Dengan jumlah ini, berarti kita telah menghemat 6,6 juta ton CO2e, dan itu sangat fantastis,” ujarnya.
Untuk itu, Sugeng mengajak agar momen HUT EEIB ini dijadikan sebagai langkah awal untuk merawat bumi sehingga nantinya dapat mewariskan kepada anak cucu keberadaan bumi dalam kondisi laik huni.
Senada disampaikan oleh Pembina Komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu, Letjen (Purn.) Sumarsono. Ia mengajak seluruh komunitas agar selalu merawat alam agar bencana yang terjadi baru-baru ini tidak terulang.
“Kami laksanakan penandatanganan komitmen ini untuk kepentingan generasi nanti. Karena bila kita menjaga alam dengan baik, alam pun akan menjaga kita dengan baik pula,” pungkasnya. (SM/I-1)
1.000 pohon mangrove yang disiapkan oleh PT Position ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, serta meminimalisasi risiko bencana.
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Lima sekolah penerima penghargaan ini dinilai konsisten menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan di sekolah masing-masing.
Program Bulog Hijau dilaksanakan sejalan dengan Pilar Pembangunan Lingkungan, khususnya mendukung TPB 15 (Ekosistem Daratan).
Hotel Golden Tulip Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon yang digelar di SMPN 10 Pontianak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved