Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menugaskan seluruh jajarannya terjun langsung amankan pangan. Mentan selalu menekankan perlu dilakukan peningkatan produksi melalui pompanisasi, perluasan areal tanam, pembukaan lahan baru, maupun pemanfaatan tumpang sari agar dapat mencapai kedaulatan pangan di tengah El Nino yang berkepanjangan.
"Pompanisasi merupakan salah satu upaya langkah cepat dalam mengatasi masalah El Nino saat ini. Kita harus kawal dan pastikan dengan adanya pompanisasi ini, lahan petani tidak mengalami kekeringan dan dapat menjadi solusi meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua, maupun dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam," ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan arahan Mentan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto, selaku penanggung jawab PAT Provinsi Banten, gencar melaksanakan kegiatan monitoring, tanam hingga panen padi bersama petani.
Baca juga : Pertemuan Bilateral Pemerintah RI-Brasil, Mentan Amran Gaet Investasi Peternakan Rp4,5 Triliun
Kali ini, penanaman dilaksanakan di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang bersama Kelompok Tani (Poktan) Cibantek, Selasa (17/9).
"Penanaman kali ini adalah tanam ketiga untuk tahun ini. Dengan adanya program pompanisasi ini, petani lebih bersemangat dan tidak khawatir akan kekurangan kebutuhan air karena kondisi kekeringan," ujar Heru.
Menurut Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Mauk, Kusnadi, dengan adanya bantuan pompa ini, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP), awalnya hanya IP 1-1,5 setahun karena kekeringan, kini dapat menanam hingga IP 2,5 setahun.
Baca juga : Mentan Amran Siap Tingkatkan Produksi Daging untuk Program Makan Bergizi Gratis
"Saat ini kita secara bertahap melakukan tanam yang sudah dilaksanakan berumur 1- 15 Hari Setelah Tanam (HST) seluas 15 hektaren, hari ini kita tanam lagi 5 hektare dan bertahap hingga 45 hektare," ujar Kusnadi.
Seusai lakukan penanaman, Ketua Poktan Cibentek 1, Sukinan, mengapresiasi dan mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dari program Kementerian Pertanian beserta semua pihak terkait dan berharap produksi maupun produktifitas tanamannya semakin meningkat.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian, Dinas, dan pihak-pihak terkait untuk program pompanisasi ini sehingga saya dapat terus menanam dan tidak khawatir lagi dengan kondisi kekurangan air, semoga program ini dapat terus berlanjut, sehingga kami dapat terus meningkatkan produksi maupun produktifitas tanaman kami," harapnya. (RO/Z-1)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebelum penyegelan 250 ton beras impor ilegal di Sabang dilakukan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi.
Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat dan petani serta memastikan stabilisasi harga pangan.
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi pihak yang mencoba menyelewengkan bantuan untuk korban bencana di Aceh.
Bantuan dalam bentuk barang yang dikirimkan tersebut antara lain adalah minyak goreng, makanan cepat saji, air mineral, serta bahan pokok lainnya.
Mentan Andi Amran Sulaiman berjanji menyiapkan skema bantuan untuk sektor pertanian dan peternakan di tiga Aceh, Sumbar, dan Sumut yang terdampak banjir bandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved