Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan darurat kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, yang terdampak bencana banjir.
Baca juga : BNPB Sebut Sekitar 1.400 Bencana Terjadi di Indonesia Per September 2024
Tenaga Ahli BNPB Mayjen (Purn) Denny Herman menyerahan secara simbolis bantuan darurat ini kepada Pj Bupati Sanggau Suheman. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk menangani bencana banjir. Bantuan yang diberikan berupa barang pangan dan non-pangan, termasuk satu unit mobil dapur umum. Saat penyerahan bantuan, hadir Forkompimda dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Baca juga : Industri Dalam Negeri Didorong Perkuat Manajemen Bencana
Pada kesempatan itu, Denny Herman mengatakan, kehadiran tim BNPB untuk mewakili Kepala BNPB serta meninjau langsung lokasi terdampak serta memberikan dukungan penanganan bencana yang terjadi di Sanggau.
“Untuk memastikan penanganan dari bencana di Kabupaten Sanggau di Provinsi Kalimantan Barat yang diakibatkan curah hujan tinggi, maka terjadi lonsor dan banjir,” ucap Denny dikutip dari siaran pers, Sabtu (13/9).
Baca juga : Banjir Melanda Kota Binjai, Ratusan Rumah Warga Terendam
Bantuan darurat yang diberikan, antara lain pangan yang berupa paket sembako dan makanan siap saji. Sedangkan bantuan non-pangan, BNPB memberikan barang berupa matras, selimut, kasur lipat, velbed, tenda pengungsi, tenda keluarga, pompa alkon, pompa apung, penjernih air portabel, genset, light tower, perahu karet dan toolkit darurat.
Pemberian bantuan darurat ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Sanggau menetapkan status keadaan darurat bencana banjir. Pada Minggu malam (8/9), hujan deras menyebabkan sejumlah lokasi di Kabupaten Sanggau terendam banjir. (H-3)
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved